TIMETODAY.ID — Pernahkah kamu bertanya-tanya: tomat itu sebenarnya buah atau sayur? Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tapi di baliknya tersimpan perdebatan panjang yang menyentuh ranah kuliner, sains, bahkan hukum.
Secara umum, tomat kerap kita temui dalam masakan gurih seperti sup, sambal, atau tumisan. Ia jarang tampil di hidangan penutup seperti layaknya buah-buahan manis lainnya. Tak heran jika selama ini masyarakat luas lebih mengenal tomat sebagai sayuran.
Namun sains punya jawabannya sendiri. Menurut ilmu botani, tomat sejatinya adalah buah—dan bukan sembarang buah, tapi buah sejati. Alasannya sederhana: tomat tumbuh dari bunga yang telah dibuahi dan mengandung biji, dua ciri khas utama buah menurut definisi ilmiah.
“Tomat telah menjadi buah yang dianggap sayuran,” demikian penjelasan dalam ensiklopedia Britannica. Bahkan, bersama dengan labu, paprika, dan terong, tomat masuk dalam kelompok buah yang kerap dikira sayur karena penggunaannya di dapur.
Kandungan Gizi yang Menyamarkan Identitasnya
Tomat memang menyehatkan. Sekitar 95 persen kandungan tomat adalah air, sedangkan sisanya terdiri dari karbohidrat, serat, dan aneka nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin K1, vitamin B, serta sedikit protein. Kombinasi ini menjadikan tomat bahan makanan yang bergizi tinggi, tak peduli apakah ia disebut buah atau sayur.
Namun, dominasi tomat di dunia kuliner gurih telah memengaruhi cara pandang kita. Dalam praktik memasak, tomat nyaris selalu diperlakukan sebagai sayur—dipadukan dengan bahan lain dalam tumisan, kari, hingga saus pasta. Kebiasaan ini memperkuat persepsi bahwa tomat adalah bagian dari sayur-mayur.
Dari Kebun ke Mahkamah
Menariknya, perdebatan tentang identitas tomat pernah masuk ke meja hijau. Pada 1893, Mahkamah Agung Amerika Serikat terpaksa turun tangan dalam perkara unik: apakah tomat harus dikenakan tarif sebagai buah atau sayur? Seorang importir berusaha menghindari pajak tinggi untuk sayuran dengan mengklaim bahwa tomat seharusnya dikenakan tarif buah.
Namun pengadilan akhirnya memutuskan: dalam konteks perdagangan dan kuliner, tomat adalah sayur. Alasannya? Karena tomat lebih banyak digunakan dalam makanan utama, bukan sebagai pencuci mulut seperti buah-buahan lainnya.
Tak Sendirian
Tomat bukan satu-satunya “buah rasa sayur” di dapur kita. Timun, labu, paprika, bahkan terong dan oyong juga mengalami kebingungan identitas serupa. Mereka tumbuh dari bunga dan punya biji—ciri khas buah—namun sering diperlakukan sebagai sayuran dalam masakan sehari-hari.
Akhirnya, apakah tomat buah atau sayur, jawabannya tergantung dari sudut pandangmu. Ilmiah atau kuliner. Tapi satu hal pasti: tomat tetap akan hadir di piringmu, entah itu dalam bentuk saus pasta, salad segar, atau sambal pedas yang menggugah selera.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































