Juara Dulu, Mandek Kemudian: Nasib Liverpool Usai Angkat Trofi

Liverpool
Liverpool kalah 2-3 dari Brighton & Hove Albion dalam lanjutan Premier League (Foto: Action Images via Reuters/Matthew Childs)

TIMETODAY.ID — Langit American Express Stadium memerah ketika peluit panjang berbunyi. Bukan karena kemenangan, tapi karena pertanyaan: ke mana hilangnya gairah sang juara? Liverpool yang baru saja merayakan gelar Premier League 2024/2025, kini tampak kehilangan taji. Dalam tiga laga terakhir, tak satu pun kemenangan berhasil mereka rengkuh.

Kekalahan 2-3 dari Brighton & Hove Albion pada Selasa (20/5/2025) dini hari WIB menjadi titik muram terbaru dalam catatan The Reds pasca selebrasi juara. Sebelumnya, pasukan Arne Slot ditahan imbang Arsenal dan tumbang dari Chelsea. Ironisnya, ini menjadikan Liverpool sebagai tim pertama dalam sejarah Premier League yang gagal menang dalam tiga laga beruntun setelah memastikan diri sebagai juara, menurut catatan Opta.

Bukan hanya angka yang berbicara, tetapi juga aura. Ada kesan bahwa euforia juara justru menciptakan ruang kosong di ruang ganti, menyisakan tim yang seolah bermain tanpa beban—dan tanpa urgensi.

Advertisement
Baca Juga :  Jejak Hitam Shen Yinhao, Wasit Pertandingan Timnas Indonesia U-23 vs Uzbekistan

Pertandingan yang luar biasa, tapi bukan hasil yang kami inginkan,” kata manajer Arne Slot kepada BBC Match of the Day usai pertandingan melawan Brighton. Dalam laga itu, Liverpool sempat dua kali unggul, namun kehilangan kendali di babak kedua.

Momentum berubah dalam pertandingan dan saya menunggu kami mencetak gol ketiga, itu akan menghabisi mereka, tapi mereka malah menyamakan kedudukan jadi 2-2,” lanjutnya, menggambarkan pertandingan yang penuh tensi namun tak berpihak pada The Reds.

Laga itu memang berjalan menarik. Tidak ada diving. Tidak ada buang-buang waktu. Hanya dua tim yang bermain untuk menang. Tapi semangat itu belum cukup bagi Liverpool yang tampaknya telah menggantung sepatu emosionalnya sejak gelar dipastikan saat membekuk Tottenham Hotspur.

Baca Juga :  Barcelona Berbau Indonesia Dua Tahun ke Depan Usai Gandeng BRI

Kini, tinggal satu laga tersisa. Liverpool akan menjamu Crystal Palace di Anfield, Minggu (25/5/2025), dalam laga penutup musim yang seharusnya menjadi pesta terakhir sang kampiun. Tapi di balik gegap gempita, terselip catatan bahwa menjadi juara bukan hanya tentang mengangkat trofi—tapi juga menuntaskan musim dengan elegan.

Dan bagi Liverpool, satu laga tersisa adalah kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa mereka layak disebut juara—dengan kepala tegak hingga akhir.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel