Oleh: Agus Jatmika (Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Bogor)
AKHIRNYA pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan telah menyampaikan surat edaran Gubernur tentang kegiatan Study Tour. Salah satu bagian isi surat edaran tersebut bahwa Study tour bisa dilakukan di wilayah propinsi Jawa Barat dan tidak memberatkan pembiayaan ke orang tua siswa.
Kebijakan ini merupakan respon dari kejadian pelarangan beberapa sekolah yang seolah ‘memaksa’ untuk berangkat melakukan dengan berbagai istilah mulai outing class learning, study banding dan lainnya.
Larangan tersebut juga tidak lepas munculnya rangkain peristiwa sebelumnya yaitu adanya keberatan orang tua terhadap biaya study tour dan surat edaran pelaksana tugas gubernur sebelumnya yang di picu oleh kecelakaan tragis yang menimpa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat, pada Mei 2024.
Namun disisi lain, pemerintah pusat mempunyai pendapat yang berbeda. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi urusan PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (Pauddikdasmen), Abdul Muti, menyatakan bahwa kegiatan study tour tetap diperbolehkan.
Dalam pernyataannya, Muti menegaskan bahwa kegiatan ini sah selama tidak membahayakan siswa, bersifat edukatif, dan tidak membebani secara finansial (Detik.com, 20 Mei 2024).
la menambahkan bahwa sekolah wajib berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan memilih penyedia transportasi yang telah terverifikasi.
Study tour atau kunjungan belajar merupakan kegiatan pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memperluas wawasan siswa melalui observasi langsung di lapangan.
Kegiatan ini umumnya melibatkan kunjungan ke lokasi-lokasi seperti museum, tempat bersejarah, institusi pemerintah, lembaga riset, bahkan ke luar kota atau luar negeri.
Tujuannya adalah memperkuat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran sekaligus menumbuhkan keterampilan sosial dan kepemimpinan.
Pertanyaan tentang urgensi study tour sering muncul. Di satu sisi, kegiatan ini dianggap tidak wajib dan cenderung membebani orang tua, khususnya jika dilakukan ke luar kota. Namun di sisi lain, manfaatnya terbukti luas.
Misalnya, laporan dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa kunjungan pelajar ke Museum Benteng Vredeburg meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah kolonial secara signifikan (Harian Jogja, 10 Juni 2023).
Ada beberapa manfaat nyata dari kegiatan study tour antara lain: pembelajaran kontekstual, pada bagian ini siswa memahami materi secara langsung dan lebih bermakna, penguatan Karakter, siswa diharapkan mampu disiplin, tanggung jawab, dan empati berkembang lewat interaksi luar kelas.
Soft Skill Sosial, peserta mampu kerja sama tim, komunikasi, dan toleransi meningkat, serta mampu menambah wawasan budaya, pada bagian ini dengan adanya kunjungan ke tempat budaya atau sejarah mampu menanamkan nilai kebhinekaan pada peserta.
Dari perspektif sosiologi, study tour memiliki dimensi pendidikan dan sosial yang penting. Menurut Emile Durkheim, pendidikan berfungsi memperkuat solidaritas sosial.
Dalam konteks ini, study tour menjadi sarana integrasi sosial siswa di luar ruang kelas, memperkuat hubungan sosial, dan menginternalisasi nilai-nilai kolektif.
Sedangkan menurut Pierre Bourdieu, kegiatan seperti study tour merupakan bentuk investasi modal kulturaldi mana siswa memperoleh pengalaman yang memperluas wawasan, meningkatkan refleksi diri, serta memperkuat posisi sosial mereka.
Pemerintah diharapkan mengeluarkan kebijakan yang tidak hanya melarang atau membolehkan, tetapi memberi pedoman teknis yang jelas. Mulai dari verifikasi transportasi, rencana kegiatan edukatif, hingga pertimbangan sosial-ekonomi siswa.
Panitia juga harus transparan soal biaya, serta memastikan bahwa kegiatan bersifat inklusif dan bukan ajang eksklusif.
Kegiatan study tour sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai wisata biasa, tetapi sebagai media pembelajaran kontekstual yang memiliki nilai sosial dan edukatif tinggi.
Kebijakan tidak hanya berlandaskan politis, namun tetap menjadi kerangka akademis dengan kerangka teknis yang mampu dipahami secara aktual.








































