TIMETODAY.ID — Nama besar Valentino Rossi kembali jadi sasaran amarah warganet, setelah mobil #46 milik tim WRT terlibat insiden dengan hypercar Ferrari dalam sesi latihan ajang 6 Hours of Spa-Francorchamps, akhir pekan lalu. Padahal, insiden tersebut bukanlah ulah sang legenda MotoGP. Ia bahkan tidak sedang duduk di balik kemudi saat peristiwa itu terjadi.
Adalah Ahmad Al Harthy, rekan satu tim Rossi di mobil BMW M4 GT3 Evo #46, yang mengemudikan kendaraan saat insiden itu berlangsung. Kejadian terjadi di salah satu tikungan paling ikonik dalam dunia balap — Eau Rouge — ketika mobil #46 sedang melaju dan tiba-tiba sebuah hypercar Ferrari datang melesat dari sisi dalam.
Benturan pun tak terhindarkan. Mobil #46 terdorong hingga ke area run-off dan bahkan sempat “terbang” kecil akibat melindas gundukan. Bagian fender kiri depan mobil terlihat ringsek, sementara Ferrari #51 mengalami kerusakan di sisi kanan.
Meski bukan Rossi yang menyetir, komentar pedas langsung membanjiri unggahan video insiden di akun Instagram resmi FIA World Endurance Championship (WEC). Tak tanggung-tanggung, momen itu diunggah dua kali, dan keduanya langsung memicu engagement tinggi — jauh melampaui unggahan balapan lainnya.
Komentar sinis terhadap Rossi pun langsung mengalir deras:
“Rossi jadi Rossi,” tulis akun @kevindb_16.
“Apa yang Rossi pikirkan?,” sahut akun @pra_tiki_torch.
“Rossi sedang melakukan pekerjaan Rossi,” sindir akun @shresh1215.
“Rossi merasakan obatnya sendiri,” komentar akun @manelpelayo.
Yang membuat situasi semakin rumit, pada seri sebelumnya di 6 Hours of Imola, Rossi memang sempat terlibat insiden lain yang juga melibatkan mobil Ferrari. Sehingga ketika mobil #46 kembali bersinggungan dengan Ferrari, banyak yang langsung menyambungnya secara emosional — meski kali ini ia tidak bersalah.
Namun tak semua ikut membenci. Banyak juga yang tampil membela The Doctor, panggilan khas Rossi. Mereka menjelaskan bahwa saat insiden terjadi, Rossi tidak sedang mengemudi, serta menegaskan bahwa menurut regulasi, mobil dari kelas atas seperti hypercar seharusnya lebih berhati-hati saat menyalip mobil GT yang lebih lambat.
Situasi ini seolah menunjukkan bahwa menjadi legenda pun tak membuat seseorang kebal dari cibiran, apalagi di era media sosial yang liar. Rossi mungkin sudah pensiun dari MotoGP, tapi namanya masih jadi magnet — baik untuk pujian maupun untuk kontroversi. Dan kali ini, ia kembali membayar mahal hanya karena ada nomor #46 di bodi mobil.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































