Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akan Resmi Berkantor di Kota Bogor, Gedung Bakorwil Disulap Jadi Bale Pakuan Padjajaran

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
gedung bakorwil

TIMETODAY.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tampaknya akan segera berkantor di Kota Bogor. Gedung Bakorwil yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda No. 4 mulai dibenahi dan disiapkan untuk menjadi kantor resmi gubernur di wilayah tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas renovasi yang cukup intens, mulai dari pengecatan dinding luar hingga pembersihan area halaman. Tidak hanya bagian luar, bagian dalam gedung pun akan mendapat nama baru: Bale Pakuan Padjajaran, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Kerajaan Pajajaran.

Di halaman gedung, alat berat juga terlihat bekerja membongkar pagar pembatas antara wilayah Bakorwil dan Samsat Kota Bogor. Kepala UPTD Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPPD) Samsat Kota Bogor, Wawan Sudrajat, membenarkan adanya penataan ulang area tersebut.

Advertisement
Baca Juga :  Pemkab Bogor dan Perwakilan Transporter Angkutan Tambang Sepakati 8 Hal

Menurut Wawan, renovasi ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari persiapan operasional Kantor Gubernur. Area yang tengah dibongkar akan difungsikan sebagai lahan parkir untuk kendaraan dinas gubernur, termasuk kendaraan tanggap darurat.

“Itu untuk parkir kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar), beko (alat pengeruk), truk operasional bekonya, dan RS keliling berupa ambulans. Kendaraan itu nanti akan ada di sana dan kalau nanti masyarakat membutuhkan bisa segera diturunkan,” jelas Wawan.

Ia juga menyampaikan bahwa bangunan cek fisik dan TNKB yang ada saat ini akan dibongkar untuk dijadikan akses tambahan menuju area parkir yang terintegrasi dengan Bogor Creative Center (BCC).

Baca Juga :  Tiga Kecamatan di Puncak Bogor Rawan Longsor

Gedung Bakorwil sendiri merupakan bangunan bersejarah yang didirikan pada tahun 1908. Awalnya digunakan sebagai rumah dan kantor Asisten Residen Buitenzorg pada masa penjajahan Belanda, gedung ini kemudian menjadi kantor Pembantu Gubernur dari tahun 1928 hingga 1978.

Sejak tahun 2000, fungsinya berubah menjadi kantor koordinasi wilayah untuk enam daerah di Jawa Barat. Kini, di tahun 2025, Gubernur Dedi Mulyadi mengukuhkan gedung ini sebagai salah satu kantor resmi Gubernur Jawa Barat. Nama barunya, Gedung Pakuan Pajajaran, diambil untuk mengenang kejayaan Kerajaan Pajajaran yang dulu berpusat di Bogor.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel