TIMETODAY.ID — Bayangkan sebuah mobil yang tak perlu diisi daya setiap malam. Bahkan, cukup diparkir di bawah sinar matahari, kendaraan ini akan “mengisi ulang tenaganya” secara otomatis. Kedengarannya seperti cerita fiksi ilmiah, tapi kini kenyataan itu sedang diwujudkan oleh sebuah perusahaan rintisan dari Belanda: Lightyear.
Perusahaan ini memperkenalkan Lightyear 0, mobil listrik pertama di dunia yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energinya. Dengan panel surya yang tersebar di seluruh permukaan bodi mobil, Lightyear 0 mampu menambah jarak tempuh hingga 70 kilometer per hari hanya dari sinar matahari.
Bagi banyak orang, terutama yang tinggal di daerah dengan infrastruktur pengisian daya terbatas, ini adalah terobosan besar. Alih-alih mengandalkan stasiun pengisian atau colokan listrik di rumah, pengguna hanya perlu memarkir kendaraan mereka di bawah matahari untuk mengisi ulang baterai.
Tentu, Lightyear 0 bukan cuma menarik dari sisi inovasi energi. Mobil ini juga dirancang dengan efisiensi tinggi: setiap roda dilengkapi motor listrik independen, memungkinkan konsumsi energi yang sangat rendah. Dengan baterai berkapasitas 61,2 kWh, kendaraan ini mampu menjelajah hingga 725 kilometer dalam sekali pengisian penuh—lebih jauh dari Tesla Model 3, yang hanya mampu menempuh sekitar 600 kilometer.
Desain aerodinamis mobil ini pun turut mendukung efisiensi. Hambatan angin diminimalkan demi memberikan stabilitas dan jarak tempuh maksimal. Meski tetap memungkinkan untuk diisi ulang lewat colokan listrik, panel surya di atap dan bodi mobil secara signifikan mengurangi ketergantungan pada pengisian eksternal.
Tidak berhenti di situ, Lightyear sudah menyiapkan generasi selanjutnya. Lightyear 2, versi terbaru yang sedang dikembangkan, diklaim mampu menempuh jarak hingga 800 kilometer melalui kombinasi pengisian tenaga surya dan listrik.
Dalam video ulasannya, kanal YouTube Oblitz menyebut bahwa inovasi ini adalah “terobosan besar bagi industri mobil listrik yang saat ini masih menghadapi masalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya.” Pujian tersebut bukan tanpa alasan. Dengan permintaan yang terus meningkat, Lightyear tampaknya siap menjadi pelopor kendaraan listrik masa depan yang lebih ramah lingkungan dan mandiri energi.
Teknologi tenaga surya yang mereka bawa bukan hanya soal gaya futuristik, melainkan juga jawaban atas kebutuhan praktis konsumen masa kini—mereka yang ingin mobil hemat energi, ramah lingkungan, dan tidak lagi terikat pada colokan listrik.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan pelestarian lingkungan, Lightyear menghadirkan satu solusi yang bisa jadi awal dari revolusi besar dalam dunia otomotif.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































