Ngeri! 10 Persen Pohon di Kota Bogor Terancam Roboh, Ini Penyebabnya!

10 persen pohon
Ilustrasi.

TIMETODAY.ID, BOGOR10 persen pohon yang berada di jalur hijau Kota Bogor tercatat dalam kondisi kurang sehat hingga tidak sehat. Temuan ini terungkap dalam kegiatan “Diseminasi Hasil Kajian Kesehatan Pohon di Jalur Hijau” yang digelar oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) bersama Bhumi Pasa Hijau (BPH) dan Mahasiswa IPB dari Tree Grower Community, belum lama ini.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan Forest Health Monitoring (FHM) dan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG), mencakup 772 pohon di sembilan koridor jalur hijau Kota Bogor.

“Sebanyak 10 persen pohon di jalur hijau Kota Bogor berada dalam kondisi kurang sehat hingga tidak sehat. Beberapa jalur bahkan menunjukkan potensi kerusakan berat, yang mengindikasikan kebutuhan mendesak akan intervensi berbasis data dan teknologi,” kata peneliti BPH, Sheikha.

Advertisement
Baca Juga :  PLN UID Jakarta Raya dan Kementerian ESDM Inspeksi Bersama SPKLU di Rest Area Jalur Mudik

Ia menjelaskan bahwa beberapa titik seperti Jalan Malabar Ujung dan Jalan Sancang menunjukkan tingkat kerusakan signifikan dan memerlukan penanganan cepat dan sistematis. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju tata kelola jalur hijau yang adaptif terhadap perubahan iklim.

“Ini menjadi bentuk mitigasi risiko dalam mengantisipasi ancaman perubahan iklim juga,” tambah Sheikha.

Sementara, Kepala Bidang Pengelola dan Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor, Devi Librianti Juvita, mengatakan bahwa hasil kajian ini sangat membantu Pemkot dalam menentukan prioritas dan strategi pengelolaan jalur hijau.

“Jalur hijau adalah bagian penting dari infrastruktur ekologi kota. Menjaganya tetap sehat bukan sekadar estetika, tapi juga soal mitigasi risiko lingkungan dan adaptasi perubahan iklim,” ujar Devi.

Baca Juga :  Guru Honorer di Bogor Suarakan Aspirasi di Peringatan Hari Guru Nasional 2024

Dalam forum tersebut, BPH turut memperkenalkan aplikasi Inventree, sistem pemantauan visual yang dapat membantu pemeliharaan pohon secara digital dan efisien. Aplikasi ini disebut menjadi inovasi dalam pengelolaan jalur hijau berkelanjutan.

Salah satu penelaah hasil kajian, Dr. Supriyanto dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menilai metode FHM yang digunakan sudah terbukti validitasnya secara internasional.

“Metode FHM merupakan metode yang dikeluarkan oleh US Environmental Protection Agency (EPA) pada tahun 1992, sehingga metode ini sudah teruji kesahihannya. Inovasi dengan integrasi sistem geospasial yang dilakukan oleh BPH ini sangat menarik untuk memudahkan pemeliharaan pohon di jalur hijau Kota Bogor,” ujarnya.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel