Paus Trump? Potret AI yang Mengundang Tawa dan Tanda Tanya

trump
Donald Trump yang mengunggah foto berpakaian seperti seorang Paus.(Tangkapan layar via Instagram @realdonaldtrump)
TIMETODAY.ID — Dalam dunia politik, Donald Trump dikenal sebagai tokoh yang sering mencampurkan kontroversi dan panggung hiburan. Tapi ketika Presiden Amerika Serikat itu mengunggah gambar dirinya mengenakan jubah putih dan topi Paus ke media sosial Truth Social pada Jumat (2/5/2025), publik dibuat terperangah sekaligus kebingungan: ini satire, keinginan tersembunyi, atau sekadar momen Trump klasik?
Gambar itu jelas bukan hasil pemotretan resmi. Dengan jubah putih bersih, topi khas Paus, dan liontin salib emas yang menggantung di lehernya, Trump berdiri dengan tangan kanan terangkat, telunjuk menunjuk langit—pose yang mengingatkan pada lukisan-lukisan tokoh religius.
Banyak yang menduga gambar tersebut hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Namun bukan soal keaslian foto yang membuat publik berspekulasi, melainkan pernyataan Trump yang menyertainya: “Saya ingin menjadi paus, itu akan menjadi pilihan nomor satu saya.”
Kalimat itu ia lontarkan saat menjawab pertanyaan wartawan tentang siapa kandidat favoritnya untuk menggantikan Paus Fransiskus, yang wafat pada 21 April lalu. Komentar itu segera menyebar luas, bukan hanya karena tak biasa, tetapi karena menyiratkan gaya komunikasi Trump yang khas—nyeleneh namun strategis.
Dekat dengan Konservatisme Katolik
Trump memang tidak menyebut nama secara langsung, tetapi mengisyaratkan kekagumannya pada seorang kardinal dari New York. Banyak yang menafsirkan itu merujuk pada Uskup Agung New York, Timothy Dolan, seorang tokoh Gereja Katolik yang konservatif dan sering bersuara keras menentang isu-isu seperti aborsi.
Hubungan Trump dengan komunitas Katolik pun cukup kuat. Dalam jajak pendapat pada akhir 2024, sekitar 60 persen pemilih Katolik di AS menyatakan dukungan terhadapnya. Tak heran, Trump juga hadir dalam pemakaman Paus Fransiskus minggu lalu—kunjungan luar negeri pertamanya sejak kembali menjabat sebagai presiden.
Paus dan Tembok
Namun hubungan Trump dengan Vatikan tidak selalu hangat. Pada 2016, ketika mencalonkan diri untuk pertama kali sebagai presiden, Paus Fransiskus sempat melontarkan kritik tajam terhadap rencana Trump membangun tembok di perbatasan AS–Meksiko.
“Siapa pun, siapa pun dia, yang hanya ingin membangun tembok dan bukan jembatan bukanlah seorang Kristen,” ucap Paus kala itu, dalam pernyataan yang jadi berita internasional.
Kini, dengan Paus Fransiskus telah berpulang, Gereja Katolik bersiap memilih pemimpin baru dalam konklaf pada 7 Mei di Kapel Sistina, Vatikan. Para kardinal dari berbagai negara akan berkumpul, dan tentu, Donald Trump bukan bagian dari mereka.
Namun unggahan dan pernyataannya kembali membuktikan satu hal: Trump tahu bagaimana caranya masuk dalam percakapan global, bahkan saat dunia sedang menatap Vatikan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Aturan Baru Trump Batasi Masa Tinggal Mahasiswa dan Jurnalis Asing

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel