TIMETODAY.ID, BOGOR – Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kabupaten Bogor, Jumat (2/5/2025) tidak hanya menjadi ajang penghormatan terhadap dunia pendidikan, tetapi juga momen penting bagi Bupati Bogor Rudy Rudy Susmanto untuk menyampaikan visi dan prioritasnya dalam bidang pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Rudy menegaskan bahwa dunia pendidikan di Kabupaten Bogor membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, salah satu tantangan utama yang harus segera diatasi adalah kondisi infrastruktur pendidikan yang masih tertinggal.
“Tentunya kita harus berupaya mengejar percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan yang kurang baik maupun yang harus ditambahkan. Itu menjadi prioritas utama kami,” kata Rudy.
Infrastruktur pendidikan yang dimaksud tidak hanya sebatas pembangunan fisik gedung sekolah, tetapi juga fasilitas pendukung lainnya, seperti ruang belajar yang nyaman, laboratorium, dan sarana olahraga.
Mantan ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2019–2024 itu menjelaskan bahwa banyak sekolah yang kondisinya masih jauh dari standar yang diharapkan, terutama di daerah-daerah yang lebih terpencil di Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur menjadi salah satu fokus besar dalam masa jabatannya.
Namun, selain infrastruktur, Rudy juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia di dunia pendidikan, mulai dari guru hingga siswa.
Rudy menyebut, upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak akan optimal tanpa perhatian serius terhadap kualitas pengajar dan peserta didik itu sendiri.
Sebagai langkah nyata, pihaknya berencana untuk melakukan berbagai program pelatihan bagi guru-guru agar bisa mengikuti perkembangan zaman serta memperkuat kompetensi mereka dalam mendidik.
“Dalam lima tahun ke depan, kami akan fokus pada peningkatan kualitas guru dan siswa. Pendidikan yang berkualitas harus dimulai dari pengajaran yang baik,” ujar Rudy,
Salah satu rencana ambisius yang akan diluncurkan oleh Pemkab Bogor adalah pembangunan sekolah percontohan yang akan dijadikan model bagi sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut. Sekolah-sekolah percontohan ini akan mencakup SD dan SMP, dimulai dari SD yang akan dibangun di daerah Muara Beres.
“Nanti kita akan tunjukkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, bagaimana standarisasi SD dan SMP percontohan, baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas pengajaran. Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan di Kabupaten Bogor bisa setara dengan yang ada di sekolah-sekolah terbaik di Indonesia,” tambah Rudy.
Sekolah percontohan ini akan menerapkan kurikulum yang sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, namun tetap mengintegrasikan konten lokal dari Kabupaten Bogor. Materi lokal tersebut, kata Rudy, akan memberikan wawasan lebih dalam mengenai budaya, sejarah, dan potensi lokal yang ada di daerah tersebut.
Selain itu, Rudy juga menekankan bahwa pendidikan di sekolah dasar negeri, meskipun bersifat gratis, tidak akan kalah kualitasnya dibandingkan dengan sekolah-sekolah swasta yang memungut biaya tinggi. Bahkan, Pemkab Bogor berkomitmen untuk memastikan bahwa fasilitas dan kualitas pengajaran yang diberikan akan melebihi ekspektasi masyarakat.
“Kami akan pastikan bahwa sekolah dasar negeri, walaupun gratis, kualitasnya tidak kalah dan bahkan lebih baik dari sekolah-sekolah berbayar yang mahal,” tutup Rudy.
Editor: B. Supriyadi





































