Kisah Acim, Ayah Tunanetra Asal Bogor Jadi Cahaya Bagi 3 Anak Berkebutuhan Khusus

Acim
Kisah Acim, Ayah Tunanetra Asal Bogor Jadi Cahaya Bagi 3 Anak Berkebutuhan Khusus

TIMETODAY.ID, BOGOR – Adalah, Acim, seorang pria berusia 65 tahun asal Kampung Babakan Sipayung, Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menunjukkan ketabahan luar biasa.

Tanpa kemampuan melihat (buta), ia menjaďi cahaya untuk merawat ketiga anak laki-lakinya yang sejak kecil mengalami gangguan jiwa.

Saman (24), Hayat (23), dan Idis (21) adalah ketiga anak yang menjadi pusat perhatian dan kasih sayang Acim. Sejak mereka duduk di bangku SD, mental ketiga anaknya sudah mulai terganggu, namun kondisi tersebut semakin parah seiring berjalannya waktu.

Advertisement

“Dari SD ketiga-tiganya terganggu mentalnya, tapi parah-parahnya sekarang saja,” ungkap Acim, Senin (21/4/2025).

Baca Juga :  Baby Rio, Anak Panda TSI Siap Menyapa Pengunjung Akhir Mei 2026

Dalam kehidupan sehari-hari, Acim adalah sosok yang sangat berdedikasi. Meskipun ia tidak bisa melihat, ia tak kenal lelah merawat ketiga anaknya, memberikan mereka makan, merapikan tempat tidur, dan memastikan segala kebutuhannya terpenuhi.

“Sehari-hari saya yang merawat, ngasih makan dan sebagainya, sedangkan ibunya kan kerja mencari nafkah,” tuturnya.

Acim kehilangan penglihatan 27 tahun lalu, tepatnya saat ia sedang berjuang mencari nafkah untuk keluarganya.

“Sudah lama, sudah 27 tahun ini tidak bisa melihat dan gelap semuanya,” terangnya.

Meskipun demikian, ia tetap teguh menghadapi kenyataan pahit bahwa ia kini harus merawat anak-anaknya yang mentalnya terganggu, sementara ia sendiri terbatas dalam penglihatan.

Baca Juga :  Suara Aliansi Mahasiswa Garis Tiga dan Barikade Besi

Acim dan istrinya, Hati (60), telah dianugerahi lima anak. Namun, hanya tiga yang kini menemani mereka di rumah, masing-masing dengan keadaan mental yang terus berjuang.

“Anak saya totalnya ada lima, satu sudah meninggal, satu wanita sudah berkeluarga dan ketiga anak laki-laki saya terganggu kejiwaannya,” kisahnya.

Acim berharap ada perhatian dari pemerintah agar anak-anaknya bisa sembuh dan kembali menjalani kehidupan yang normal.

“Saya berharap kepada pemerintah untuk membantu anak-anak saya, agar anak-anak saya bisa sembuh dan kembali berkumpul,” ungkapnya menutup wawancara.

Editor: B. Supriyadi 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel