Bukan Lagi di Jalanan, Pengamen di Kota Bogor Bakal Unjuk Gigi di Ruang Publik

Pengamen
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin ngobrol bareng bersamaKomunitas Pengamen Jalanan (KPJ). Foto : tangkapan layar video Instagram @jenalmutaqin_17

TIMETODAY.ID, BOGOR -Pemerintah Kota Bogor berencana mengalihkan aktivitas pengamen dan seniman jalanan ke ruang-ruang publik berupa taman kota. Langkah ini merupakan bagian dari penertiban yang dilakukan oleh Pemkot bersama sejumlah perangkat daerah.

“Kami sudah turun ke lapangan bersama Satpol PP dan Dinas Pariwisata. Solusinya, para pengamen ini akan dipindahkan ke taman-taman kota,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, usai menggelar rapat bersama dinas terkait di Paseban Narayana, Senin (15/4/2025).

Jenal menjelaskan, sekitar 300 pengamen yang tergabung dalam komunitas binaan akan diseleksi untuk tampil di 10 taman yang disiapkan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim). Menurutnya, bukan hanya kemampuan bermusik, tetapi kualitas penampilan juga akan menjadi pertimbangan seleksi.

Advertisement
Baca Juga :  Kisah Erwin, Pengamen Jalanan Berparas Bak Ari Lasso

“Tidak sekadar bisa gitar dan nyanyi, tapi harus bisa menampilkan musik yang enak didengar. Tujuannya agar mereka naik kelas, dari pengamen menjadi seniman taman,” jelasnya.

Selain itu, data para pengamen juga akan dikelompokkan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Bagi mereka yang masih di bawah umur atau putus sekolah, Pemkot akan mengupayakan pendidikan melalui Dinas Pendidikan. Sementara yang belum bekerja akan diarahkan mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

“Yang tidak lolos seleksi bisa ikut pelatihan di BLK atau kami sekolahkan. Jadi ada efek berganda dari program ini,” ujarnya.

Baca Juga :  PWI Kota Bogor Luncurkan Ambulans Gratis untuk Warga

Menurut Jenal, taman ekspresi sebagai panggung bagi seniman jalanan masih dalam tahap perencanaan dan akan dikembangkan bekerja sama dengan pihak CSR. Jenal menekankan bahwa para pengisi acara di taman-taman tersebut harus memenuhi syarat, termasuk tidak mengonsumsi minuman keras.

Jika taman ekspresi sudah berjalan dan masih ditemukan pengamen di jalanan, Pemkot tidak akan lagi memberikan toleransi.

“Kalau sudah difasilitasi tapi masih ngamen di jalan, ya kami akan tertibkan,” tegas Jenal. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel