TIMETODAY.ID — Di balik senyum dan suara merdunya yang tak lekang oleh zaman, Titiek Puspa menyimpan satu kalimat sederhana yang berulang kali ia ucapkan dalam tahun-tahun terakhir hidupnya: “Gusti Allah monggo kulo dipundhut.” Dalam bahasa Indonesia, kalimat itu berarti, “Silakan saya diambil.”
Bagi anak-anak dan kerabat dekatnya, kata-kata itu bukan sekadar ucapan. Ia adalah tanda, permohonan halus dari seorang legenda yang seolah telah siap meletakkan segala penat dunia, dan kembali pulang kepada Sang Pencipta.
Kalimat itu kini menggema dalam keheningan rumah duka Wisma Puspa, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (10/4/2025) malam. Jenazah sang maestro tiba sekitar pukul 20.00 WIB, disambut oleh keluarga, pelayat, dan kenangan panjang yang tak habis dituturkan.
Perpisahan yang Sudah Lama Dipersiapkan
Petty Tunjungsari, putri Titiek Puspa, mengungkap bahwa sang ibunda telah lama memberi isyarat tentang perpisahan ini. “Beliau sering mengatakannya kepada saya dan adik saya,” ucap Petty, matanya teduh meski menyimpan duka.
Bukan sekadar firasat, Titiek Puspa telah mempersiapkan keluarga menghadapi kepergiannya secara emosional. Proses ini berlangsung perlahan—tiga tahun, dua tahun, hingga satu tahun terakhir. “Anak-anak dan keponakan-keponakan sudah dikondisikan,” ujar Petty lirih.
Seolah ingin memberi waktu bagi orang-orang yang mencintainya untuk belajar melepas, Titiek Puspa menjalani masa senjanya dengan ketenangan yang nyaris mistis.
Dunia Musik Berduka, Tanah Kusir Menjadi Saksi
Titiek Puspa menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Medistra, Kamis (10/4) pukul 16.25 WIB, dalam usia 87 tahun. Esoknya, Jumat (11/4), ia akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, setelah disemayamkan usai salat Jumat di Wisma Puspa.
Penyanyi dangdut Inul Daratista, yang turut kehilangan, membagikan jadwal pemakaman lewat Instagram. Sementara itu, suasana rumah duka dipenuhi pelayat dan tokoh-tokoh hiburan yang tumbuh bersama karya-karyanya. Krisdayanti, Yuni Shara, Camelia Malik, Indy Barends, dan sejumlah selebritas lainnya hadir memberikan penghormatan terakhir.
Sang Legenda yang Pernah Ingin Jadi Guru TK
Sudarwati, nama asli Titiek Puspa, lahir pada 1 November 1937 di Tanjung, Kalimantan Selatan. Siapa sangka, perempuan kecil yang dulu bercita-cita menjadi guru taman kanak-kanak justru tumbuh menjadi sosok monumental dalam dunia musik Indonesia.
Perjalanan musiknya dimulai sejak usia 14 tahun. Berbekal suara dan keberanian, ia mengikuti lomba menyanyi secara diam-diam dengan nama samaran “Titiek Puspo”. Nama itu berasal dari panggilan kecilnya dan nama ayahnya, Puspo. Dari nama itulah lahir sosok yang kelak dikenal sebagai Titiek Puspa—penyanyi, pencipta lagu, aktris, dan ibu seni bagi banyak generasi.
Jejak Tak Terhapus di Panggung Musik dan Kehidupan
Lagu-lagunya—seperti “Kupu-Kupu Malam”—tak hanya mencerminkan kecintaan pada musik, tapi juga keberanian mengangkat isu sosial. Ia dikenal sebagai pribadi yang tangguh, jenaka, dan penuh kasih. Di balik panggung, ia adalah ibu bagi banyak penyanyi muda, mentor yang hangat, dan sahabat yang setia.
Ucapan duka membanjiri media sosial. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menuliskan, “Selamat jalan komposer n penyanyi legendaris Indonesia, Mbak Titiek Puspa… al Fatihah.” Warganet pun larut dalam perpisahan yang menggetarkan banyak hati. “Rest in peace Bu Titiek Puspa. Karyamu akan selalu hidup,” tulis salah satu pengguna X.
Sebuah Warisan: Lebih dari Sekadar Lagu
Kepergian Titiek Puspa bukan hanya kehilangan bagi dunia musik, tapi juga kehilangan bagi Indonesia yang pernah menyaksikan kekuatan suara seorang perempuan melampaui zaman. Ia tidak hanya menyanyi; ia bercerita, menasihati, menghibur, dan meneduhkan lewat kata dan nada.
Kini, ketika tubuhnya telah terbaring tenang dan suaranya tak lagi terdengar, kalimat yang kerap ia bisikkan menjadi gema terakhir yang mengajarkan kita tentang penerimaan.
“Gusti Allah monggo kulo dipundhut.”
Dan Tuhan, akhirnya, menjawab.
Nada boleh hening, panggung boleh gelap,
tapi namamu tetap bergema di setiap bait lagu yang tak lekang oleh waktu.
Terima kasih, Eyang Titiek, untuk setiap nyanyian yang menjadi pelita.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































