TIMETODAY.ID — Sebuah video viral menggemparkan dunia otomotif. Dalam rekaman TikTok @shanghai9998 yang kemudian menyebar ke berbagai akun Instagram otomotif, terlihat momen unik dua mobil super berhenti berdampingan di lampu merah: satu adalah Lamborghini Huracan asal Italia, dan satunya lagi—sosok baru dari Timur—Yangwang U9, supercar listrik canggih buatan BYD, raksasa otomotif China.
Namun bukan hanya keberadaan dua mobil mahal ini yang menarik perhatian netizen, melainkan aksi Yangwang U9 yang tampak… melompat-lompat.
Ya, benar. Dalam video itu, mobil listrik tersebut tampak memamerkan teknologi suspensi aktifnya dengan naik turun layaknya orang yang sedang pemanasan—sementara Lamborghini hanya bisa diam, seperti tersindir oleh saingannya dari negeri tirai bambu.
Teknologi di balik aksi “menari” Yangwang U9 disebut DiSus, sistem suspensi pintar yang terdiri dari tiga komponen utama: Intelligent Damping Body Control, Intelligent Hydraulic Body Control, dan Intelligent Air Body Control. Teknologi ini memungkinkan mobil melakukan koreksi stabilitas ekstrem, bahkan melompat saat berhenti—sesuatu yang belum pernah dilakukan supercar konvensional sebelumnya.
Secara tampilan, Yangwang U9 membawa aura futuristik. Siluet tajam dan agresifnya membuat orang membandingkannya dengan kawin silang antara Lykan Hypersport dan McLaren GTS. Panjangnya 4.966 mm, lebar 2.029 mm, dan tinggi hanya 1.295 mm, dengan jarak sumbu roda 2.900 mm—ukuran yang proporsional untuk kecepatan dan stabilitas ekstrem.
Velg 21 inci dibalut ban Pirelli P Zero (325/30) menegaskan posisi U9 sebagai pemain baru di liga supercar. Mobil ini dibangun di atas e-platform 4.0, generasi terbaru dari BYD, lebih maju dari seri Seal atau Dolphin yang masih mengusung versi 3.0.
Tidak hanya tampil beda, mobil ini juga serius dalam hal performa. Menggendong motor listrik di keempat rodanya, Yangwang U9 menyemburkan tenaga buas: 1.300 daya kuda dan torsi 1.680 Nm. Hasilnya? Akselerasi 0–100 km/jam hanya dalam 2,36 detik. Butuh waktu tak sampai 10 detik untuk menuntaskan 400 meter.
Kecepatan maksimalnya mencapai 309 km/jam, menjadikannya sejajar—atau bahkan lebih cepat—dari banyak supercar Eropa.
Namun dengan fokus pada performa, BYD harus mengorbankan jarak tempuh. Baterainya hanya mampu melaju sejauh 450 km (berdasarkan uji CLTC), namun diimbangi dengan kemampuan pengisian ulang super cepat. Dengan DC Ultrafast Charging 500 kW, mobil ini bisa mengisi dari 30% ke 80% hanya dalam 10 menit.
Kehadiran Yangwang U9 di video itu bukan hanya soal teknologi atau kecepatan. Banyak yang menilai, mobil ini sedang menyampaikan pesan: China tak lagi sekadar mengejar, mereka kini siap memimpin, bahkan… mengejek.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































