Viral Masker Putih Telur di TikTok, Ampuh atau Justru Berisiko?

masker putih telur
ilustrasi maskeran mengunankan putih telur (istock)

TIMETODAY.ID — Media sosial, terutama TikTok, kerap menjadi lahan subur bagi tren kecantikan baru. Salah satu yang tengah ramai dibicarakan adalah penggunaan masker putih telur untuk perawatan kulit wajah. Sejumlah kreator konten mempopulerkan manfaat masker ini yang diklaim mampu mengecilkan pori-pori, memudarkan kerutan, hingga menghilangkan kantung mata. Tapi, benarkah putih telur bisa jadi “penyelamat kulit”?

Dari Dapur ke Wajah: Asal Mula Tren

Salah satu video yang viral datang dari akun @byzareefa, yang merekam proses membuat masker dari putih telur: memecahkan telur, memisahkan putih dari kuningnya, mengocok hingga berbusa, dan mengoleskannya ke wajah dengan jari. Menurutnya, hasil masker tersebut bikin wajah lebih kencang dan pori-pori tampak mengecil.

Kreator lain seperti @selinadasilvaa memilih menggunakan kuas makeup untuk mengaplikasikan masker, dan membiarkannya selama 10 menit. Sementara akun @booombala menambahkan teknik unik: mengoleskan putih telur ke wajah lalu menempelkan dua lapis tisu, menciptakan efek ‘sandwich’ demi hasil lebih maksimal.

Advertisement

Apa Kata Ahli?

Tren boleh viral, tapi para ahli kecantikan memperingatkan risiko yang tersembunyi di balik putih telur mentah yang dioles ke wajah.

Baca Juga :  Boza: Minuman Fermentasi Tradisional Turki yang Kaya Sejarah dan Rasa

Menurut Melanie Abeyta, praktisi estetika dari Los Angeles, manfaat putih telur memang ada—namun lebih baik dikonsumsi, bukan dioleskan. “Risikonya jauh lebih besar daripada manfaatnya,” ujar Abeyta, seperti dikutip dari NY Daily News.

Salah satu risiko paling umum adalah reaksi alergi. Telur termasuk salah satu alergen makanan yang cukup umum, dan mengoleskannya ke wajah justru bisa memicu iritasi bahkan peradangan, terutama jika kulit sedang sensitif atau memiliki luka terbuka karena jerawat.

Tak hanya itu, Dr. Adil Sheraz, spesialis kulit dari Inggris, menambahkan bahwa ada risiko infeksi bakteri seperti Salmonella dari telur mentah, terutama jika masker digunakan oleh orang dengan sistem kekebalan lemah seperti anak-anak dan ibu hamil. “Belum ada bukti klinis yang mendukung klaim bahwa putih telur dapat mengurangi kerutan,” tegasnya.

Kenyataan di Balik Klaim

Putih telur memang kaya protein dan kolagen, dua kandungan yang sering dikaitkan dengan perawatan kulit. Tapi untuk memberikan efek nyata, tubuh perlu memprosesnya dari dalam. Hanya mengoleskan putih telur ke wajah tidak cukup untuk membuat perubahan signifikan secara ilmiah.

Baca Juga :  Era Baru Pekerja Remote: Digital Nomad dan Gaya Hidup Fleksibel di 2025

Selain itu, masker putih telur juga bisa memberikan efek tightening sementara karena sifat keringnya saat mengeras di kulit. Tapi efek ini sering disalahartikan sebagai “kulit lebih kencang”, padahal bukan hasil jangka panjang.

Kesimpulan: Berani Coba, atau Lebih Baik Hindari?

Tren di TikTok memang menarik, dan terkadang memberi inspirasi kecantikan dengan bahan rumahan. Namun, tak semua yang viral aman untuk kulit. Dalam kasus masker putih telur, para ahli sepakat bahwa risikonya lebih besar dibanding potensi manfaatnya.

Bagi kamu yang ingin mengecilkan pori-pori atau mengurangi kerutan, sebaiknya pilih perawatan yang telah teruji klinis atau konsultasikan langsung dengan dokter kulit. Kulit adalah investasi jangka panjang—jadi rawatlah dengan bijak, bukan sekadar ikut tren sesaat.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel