TIMETODAY.ID — Di balik gemilang prestasi seorang atlet, tak jarang tersimpan kisah pahit yang jarang tersorot publik. Hal itulah yang kini dialami Fidya Kamalinda, atlet taekwondo asal Bandung, yang namanya kembali mencuat setelah menghilang selama sepuluh tahun sejak 2015.
Fidya akhirnya muncul dan mengungkap alasan di balik kepergiannya yang misterius. Dalam sebuah video yang diunggahnya di media sosial, Fidya mengaku bahwa dirinya menjadi korban kekerasan sang ayah, Hindarto, sejak usia lima tahun. Trauma yang mendalam membuatnya mengambil keputusan berat: pergi meninggalkan rumah dan keluarganya.
“Sejujurnya, aku membuat video ini karena takut. Sangat takut. Saya tak tahu ini akan menjadi viral. Saya takut apa yang terjadi tahun 2019 terjadi lagi pada kita,” ucap Fidya, menahan emosinya.
Ia mengisahkan bahwa setiap kali dirinya kalah dalam pertandingan, ia harus menghadapi amarah dan pukulan dari sang ayah. Bahkan, ia mengaku tak pernah menikmati hasil jerih payahnya sendiri, karena seluruh pendapatannya dikendalikan oleh kedua orang tuanya.
Namun, kehidupan baru Fidya mulai terbentuk selama satu dekade dalam pelariannya. Ia telah menikah dengan seorang pria bernama Yuri Junjunan dan dikaruniai seorang anak. Pernikahan mereka dilakukan secara diam-diam atau di bawah tangan, lantaran kesulitan mendapatkan restu dari keluarganya.
Yuri sendiri sempat mencoba berdamai dengan pihak keluarga Fidya. Sayangnya, upaya tersebut berujung tragis ketika ia justru mengalami pengeroyokan hingga mengalami gegar otak. Identitas Yuri pun akhirnya terungkap oleh Hindarto, yang menuduhnya sebagai pria yang telah ‘mengejar’ Fidya sejak remaja.
Ketegangan antara Fidya dan keluarganya semakin memanas ketika sang ayah mengetahui pernikahan putrinya. Bahkan, Fidya mengungkapkan ketakutannya bahwa keluarganya bisa kembali mencoba untuk memisahkannya dari suami dan anaknya, seperti yang pernah terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung pada tahun 2019. Kala itu, Hindarto berusaha merebut cucunya yang masih berusia tiga tahun.
“Saya takut anak saya akan melihat ibunya ditarik-tarik lagi. Anak saya sudah besar sekarang, sudah mengerti. Jika saya tak ada, hilang, saya pisah dengan suami dan anak, berarti kalian tahu siapa yang menyebabkannya,” lanjut Fidya dalam videonya.
Di sisi lain, Hindarto membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menyangkal pernah melakukan kekerasan terhadap Fidya dan menegaskan bahwa dirinya hanya ingin yang terbaik bagi sang anak. Namun, publik kini terbagi dalam menyikapi kisah memilukan ini. Ada yang bersimpati pada Fidya, sementara yang lain mempertanyakan kebenaran dari kedua belah pihak.
Terlepas dari kontroversi yang berkembang, kisah Fidya Kamalinda membuka mata banyak orang tentang sisi lain kehidupan seorang atlet. Di balik sorot lampu kemenangan, ada perjuangan, luka, dan ketakutan yang tak semua orang tahu.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































