Ibu Tak di Rumah, Ayah Tiri di Pasar Minggu Setubuhi Anak Tiri Berulang Kali

Pasar Minggu
Tampang pria berinisial AD (28), ayah yang menyetubuhi anak tirinya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Polisi mengonfirmasi pada Senin (17/3/2025), telah menangkap AD (sumber: TribunJakarta.com)

TIMETODAY.ID — Di sebuah sudut Jakarta Selatan, tepatnya di wilayah Pasar Minggu, seorang gadis berusia 14 tahun bernama RD tengah berjuang menghadapi luka yang tak terlihat.

Bukan luka fisik, tetapi luka batin yang mendalam akibat perbuatan keji yang dilakukan oleh ayah tirinya sendiri, seorang pria berinisial AD (28).

Sejak April 2024 hingga Maret 2025, RD harus menjalani hari-hari yang menyiksa. Setiap kali sang ibu tidak berada di rumah, AD memanfaatkan kesendirian korban untuk melancarkan aksinya.

Advertisement

Kejahatan itu terus berulang hingga akhirnya RD memiliki keberanian untuk menceritakan semuanya kepada ibunya. Keberanian itu menjadi titik balik dalam hidupnya.

Ibunya yang terkejut dan marah segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Polres Metro Jakarta Selatan pun bergerak cepat dan menangkap AD.

Baca Juga :  Kisah Pilu di Balik Hilangnya Alvaro, Bocah 6 Tahun yang Tewas di Tangan Ayah Tirinya

“Benar, pelaku sudah diamankan,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, Senin (17/3/2025). Hingga saat ini, AD masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di kepolisian.

Namun, meskipun pelaku sudah diamankan, dampak perbuatannya terhadap RD tak akan hilang begitu saja. Gadis remaja itu kini mengalami trauma mendalam.

“Korban masih dalam kondisi trauma,” tambah Nurma.

Kasus seperti yang dialami RD bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Selain proses hukum yang tengah berjalan, pendampingan psikologis bagi korban sangat diperlukan.

Trauma akibat kekerasan seksual bisa berdampak panjang, memengaruhi kesehatan mental dan emosional korban di masa depan.

Menurut para ahli psikologi, korban kekerasan seksual sering kali mengalami ketakutan berlebihan, kehilangan rasa percaya diri, bahkan depresi.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Penghinaan Toraja Berlanjut, Pandji Pragiwaksono Diperiksa Penyidik

Proses pemulihan membutuhkan waktu, dukungan keluarga, serta terapi yang berkelanjutan.

Kini, yang terpenting adalah memastikan RD mendapatkan perlindungan serta pemulihan yang ia butuhkan.

Masyarakat juga diharapkan lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga dan tidak ragu untuk melaporkan jika mengetahui kejadian serupa.

Kasus ini mengingatkan kita bahwa luka yang tak terlihat bisa jauh lebih dalam daripada yang tampak di permukaan.

Namun, dengan dukungan dan keberanian untuk berbicara, harapan bagi para korban kekerasan jangan takut untuk bersuara.

Dukungan yang memadai dari keluarga, masyarakat, dan pihak berwenang juga sangatlah penting.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel