TIMETODAY.ID, BOGOR – Pembongkaran bangunan wisata Hibisc Fantasy di Puncak Bogor oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ternyata tidak lepas dari peran Samsul Hidayat, anggota Komisi IV DPRD Jabar.
Sejak awal, politisi Golkar itu menentang pembangunan Hibisc Fantasy milik PT Jaswita (BUMD Jabar) di lahan hijau.
Samsul Hidayat aktif menyoroti pelanggaran lahan di Puncak Bogor. Ia bahkan mengajak rekan-rekannya di DPRD untuk meninjau langsung lokasi pelanggaran.
Meskipun telah memberikan rekomendasi kepada Pj Gubernur Bey Triadi Machmudin untuk menertibkan bangunan tersebut, tidak ada tindakan nyata yang diambil.
“Karena saat itu tidak menggurbris peringatan dari Pemprov Jabar, maka waktu itu saya memboyong komisi IV ke lokasi dan memberikan rekomendasi kepada Pemprov yang waktu itu masih dijabat oleh Pj Gubernur Bey Triadi Machmudin untuk segera menertibkan, walaupun itu dibelakangnya ada peran PT Jaswita sebagai BUMD Jawa Barat,” ucap Samsul, Senin (10/3/2025).
Setelah pergantian Pj Gubernur, pelanggaran ini kembali mencuat ke publik dan memicu kemarahan berbagai pihak, termasuk Gubernur Dedi Mulyadi, yang berujung pada pembongkaran. Samsul mengapresiasi ketegasan Dedi Mulyadi, meskipun pembongkaran tersebut dianggap terlambat.
“Kita tetap memberikan apresiasi terhadap Dedi Mulyadi terkait pembongkaran lahan-lahan yang melanggar izin di Puncak Bogor, ini merupakan ketegasan seorang Gubernur,” kata dia.
Menurut Samsul, pembangunan wisata di lahan hijau seluas lebih dari 15.000 meter persegi itu berakibat pada bencana banjir dan longsor di Cisarua. Sebagai aktivis lingkungan dan politikus senior Partai Golkar, Samsul mendorong normalisasi lahan di Puncak Bogor untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































