TIMETODAY.ID — Tesla kembali menarik perhatian pasar otomotif dengan menghadirkan versi penyegaran Model Y, yang dikenal sebagai “Juniper,” khusus untuk pasar China.
Diluncurkan pada awal tahun ini, model terbaru ini langsung mendapat respons positif dari konsumen, mencerminkan daya tarik kuat Tesla di negeri Tirai Bambu.
Menurut laporan CarNewsChina pada Sabtu (8/3), Tesla telah mengantongi prapemesanan mencapai 200.000 unit dalam dua bulan sejak debutnya.
Bahkan, pada hari pertama peluncurannya, pesanan langsung melesat hingga 50.000 unit. Sejumlah toko di Beijing juga mencatat rata-rata pemesanan sekitar 100 unit per hari, meskipun banyak dari pesanan awal ini bersifat refundable.
Proses pengiriman telah dimulai sejak 26 Februari, dengan lebih dari 6.000 unit pertama telah sampai ke tangan pelanggan.
Dari segi desain, Model Y facelift menampilkan perubahan signifikan, terutama pada bagian eksterior. Gaya lampu depan yang terinspirasi dari desain futuristik Cybertruck dan Cybercab memberikan tampilan yang lebih modern dan agresif.
Dari sisi performa, varian penggerak roda belakang dibekali baterai berkapasitas 62,5 kWh yang mampu menempuh jarak 593 kilometer berdasarkan siklus CLTC, meningkat 39 kilometer dari model sebelumnya.
Ditenagai motor listrik belakang berkekuatan 220 kW, mobil ini dapat berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam 5,3 detik, lebih cepat dibandingkan model sebelumnya yang membutuhkan 5,9 detik.
Sementara itu, varian penggerak semua roda jarak jauh menggunakan baterai 78,4 kWh dengan jangkauan CLTC 719 kilometer, mengalami peningkatan 31 kilometer dari model pendahulu.
Dari segi harga, Tesla membanderol varian penggerak roda belakang mulai dari 263.500 yuan (sekitar Rp594,1 juta), sementara tipe penggerak semua roda dengan jangkauan lebih luas dijual mulai dari 303.500 yuan (sekitar Rp684,3 juta).
Peluncuran Model Y Juniper ini menjadi strategi Tesla untuk meningkatkan kembali penjualannya di China setelah menghadapi penurunan pada Februari lalu.
Dalam bulan tersebut, Tesla hanya berhasil menjual 30.688 unit, turun 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, sepanjang Januari hingga Februari, Tesla mencatat penjualan 93.926 unit kendaraan buatan China, mengalami penurunan 28,7 persen dibandingkan tahun lalu di periode yang sama.
Dengan berbagai pembaruan pada Model Y Juniper, Tesla berupaya mempertahankan daya saingnya di pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.
Kehadiran model ini diharapkan dapat kembali mendongkrak angka penjualan sekaligus memperkuat posisi Tesla di industri otomotif China yang semakin kompetitif.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































