TIMETODAY.ID — Insiden mengejutkan terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ketika seorang ayah hampir kehilangan nyawanya setelah menerima takjil beracun dari anaknya sendiri. Pelaku, seorang gadis berusia 17 tahun berinisial GN, diduga mencoba meracuni ayah kandungnya, JR (40), dengan mencampurkan racun ke dalam makanan berbuka puasa. Kejadian ini berlangsung di Dusun Koppe, Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, pada Sabtu (1/3/2025) sekitar pukul 22.00 WITA.
Kronologi Kejadian
Mengutip dari tribunjatim.com. Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, membenarkan peristiwa ini dalam keterangannya pada Senin (3/3/2025). Menurutnya, GN mencampurkan racun jenis sidamethrin ke dalam makanan berbuka yang disiapkan untuk sang ayah. Beruntung, JR segera menyadari adanya aroma mencurigakan dalam takjil tersebut, sehingga makanan itu langsung dibuang sebelum sempat dikonsumsi.
Meskipun peristiwa ini mengancam nyawa, JR memilih untuk tidak melaporkan anaknya ke pihak berwajib. Alasannya, GN masih berusia di bawah umur. Oleh karena itu, setelah sempat diperiksa oleh Unit PPPA Polres Bone, GN akhirnya dikembalikan ke keluarganya.
Pengakuan Pelaku
Dalam proses interogasi oleh penyidik, GN mengakui perbuatannya dan mengungkapkan bahwa aksi ini dilakukan atas dorongan pacarnya. Namun, hingga kini, motif lebih lanjut terkait kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan lebih mendalam oleh pihak kepolisian.
Kasus Serupa yang Pernah Menghebohkan
Kasus percobaan pembunuhan dengan racun bukanlah hal baru. Sebelumnya, seorang dokter asal Hong Kong, Thomas Kwan, mencoba meracuni pacar ibunya dengan menyamar sebagai perawat dan memberikan suntikan vaksin Covid-19 palsu. Kwan melakukan aksi ini karena ingin merebut warisan ibunya.
Selain itu, di Amerika Serikat, seorang wanita bernama Ina Thea Kenoyer nekat meracuni suaminya, Steven Riley, setelah mengetahui bahwa suaminya akan menerima warisan senilai Rp462 miliar. Ina berharap bisa menguasai harta tersebut, namun akhirnya ia harus mendekam di penjara selama 25 tahun setelah terbukti bersalah.
Pelajaran dari Kasus Ini
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam lingkungan keluarga. Kasus-kasus peracunan dengan motif beragam, mulai dari tekanan emosional hingga keuntungan finansial, menunjukkan betapa pentingnya menjaga komunikasi dan keharmonisan dalam keluarga agar hal serupa tidak terulang di masa mendatang.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































