Jensen Huang Tanggapi DeepSeek: Investor Terlalu Panik!

CEO NVIDIA
CEO NVIDIA, Jensen Huang

TIMETODAY.ID — CEO NVIDIA, Jensen Huang, akhirnya memberikan tanggapan terkait keberhasilan DeepSeek yang sempat menghebohkan pasar AI.

Dalam wawancara bersama DDN, Huang menyatakan bahwa investor telah terlalu cemas dan salah dalam memahami arah perkembangan industri kecerdasan buatan.

Peluncuran model AI open-source DeepSeek R1 sebelumnya menyebabkan saham NVIDIA merosot, dengan kapitalisasi pasar perusahaan turun hingga $600 miliar.

Advertisement

Bahkan, kekayaan pribadi Huang juga tergerus lebih dari 20%. Meski demikian, Huang justru memberikan apresiasi terhadap langkah DeepSeek dan menilai perkembangan tersebut sebagai kemajuan besar yang memberikan semangat baru bagi industri AI.

Huang menjelaskan bahwa pandangan lama yang menganggap AI hanya berkutat pada pre-training dan inference kini terbukti kurang tepat. Kehadiran DeepSeek R1 menunjukkan bahwa pendekatan open-source bisa menjadi arah masa depan AI.

Baca Juga :  46 Persen Gen Z Tinggalkan Google, Aplikasi Ini Jadi Buruan

Salah satu alasan kepanikan investor adalah laporan yang menyebutkan DeepSeek hanya menghabiskan USD 5 juta untuk melatih model AI mereka.

Angka tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa permintaan untuk daya komputasi AI mungkin menurun.

Namun, laporan lebih lanjut mengungkapkan bahwa DeepSeek tetap menggunakan infrastruktur AI senilai lebih dari USD 1 miliar, yang menunjukkan bahwa kebutuhan komputasi untuk AI tetap sangat besar.

DeepSeek R1 menawarkan pendekatan yang berbeda dari OpenAI dengan memberikan akses bagi pengembang untuk menyesuaikan dan mengoptimalkan model AI sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga :  Curhat ke Chatbot AI, Sehatkah Secara Psikologis?

Pendekatan ini membuat AI lebih fleksibel dan efisien, sehingga semakin menarik bagi industri.

Kini, perhatian investor beralih pada laporan keuangan NVIDIA yang akan diumumkan pada 26 Februari.

Laporan tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai seberapa besar dampak persaingan dengan DeepSeek serta isu yang sempat muncul terkait produk Blackwell AI.

Namun, yang pasti adalah permintaan akan daya komputasi AI masih tinggi, dan NVIDIA tetap menjadi pemain dominan dalam industri ini.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel