
TIMETODAY.ID – Mengonsumsi antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam usus. Untuk menjaga kesehatan usus selama masa pengobatan antibiotik, pertimbangkan untuk mengonsumsi jenis makanan berikut:
- Makanan Kaya Prebiotik: Prebiotik adalah serat yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus, membantu mereka tumbuh dan berkembang. Contoh makanan yang kaya prebiotik meliputi:
- Bawang putih
- Bawang bombai
- Pisang
- Asparagus
- Gandum
Mengonsumsi makanan ini dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik yang mungkin berkurang akibat penggunaan antibiotik.
2. Makanan Fermentasi Kaya Probiotik: Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik dalam usus. Makanan fermentasi yang kaya probiotik antara lain:
-
- Yogurt
- Tempe
- Kimchi
- Asinan kubis (sauerkraut)
- Acar fermentasi
Mengonsumsi makanan ini secara rutin dapat membantu mengembalikan populasi bakteri baik yang terganggu oleh antibiotik.
3. Makanan Tinggi Serat: Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan usus dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik. Sumber serat yang baik meliputi:
-
- Sayuran
- Buah-buahan
- Legum (kacang-kacangan)
- Gandum utuh
Mengonsumsi makanan tinggi serat dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus selama dan setelah terapi antibiotik.
Selain mengonsumsi makanan di atas, penting juga untuk mengurangi asupan gula dan makanan olahan, karena dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri dalam usus.
Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum membuat perubahan signifikan dalam diet Anda, terutama saat sedang menjalani pengobatan.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel



































