TIMETODAY.ID – Ancaman terhadap keberlanjutan gencatan senjata diakui oleh pemimpin gerakan perlawanan Palestina, Hamas.
Mengutip dari republika.co.id, Menurut seorang pejabat senior Palestina yang berbicara kepada Al Mayadeen pada Senin (10/2/2025), Israel secara aktif berupaya menggagalkan kesepakatan tersebut.
Pejabat itu menyoroti bahwa pernyataan Israel mengenai tahap kedua dari perjanjian mencerminkan ketidaksiapan mereka untuk berkomitmen pada gencatan senjata yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Hamas menilai bahwa Israel sangat mengandalkan keputusan sembrono Presiden AS Donald J. Trump untuk melegitimasi kebijakan dan tindakannya dalam fase berikutnya.
Pejabat Palestina tersebut menegaskan bahwa jika Israel gagal mematuhi tahap kedua dari perjanjian, mereka akan menghadapi konsekuensi yang berat.
Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza terdiri dari tiga fase utama yang dirancang untuk mengakhiri konflik dan memulai proses rekonstruksi. Berikut adalah rincian setiap fase:
Fase Pertama:
- Pembebasan Sandera dan Tahanan: Hamas akan membebaskan 33 sandera Israel, termasuk perempuan, anak-anak, dan warga sipil berusia di atas 50 tahun. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan sejumlah tahanan Palestina, dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan sandera yang dibebaskan.
- Penarikan Pasukan Israel: Israel akan menarik pasukannya dari pusat-pusat populasi di Gaza ke area yang tidak lebih dari 700 meter di dalam perbatasan Gaza-Israel.
- Akses Bantuan Kemanusiaan: Israel akan mengizinkan masuknya hingga 600 truk bantuan per hari ke Gaza dan memungkinkan warga Palestina yang terluka untuk meninggalkan Gaza guna mendapatkan perawatan medis.
- Pembukaan Penyeberangan Rafah: Penyeberangan Rafah dengan Mesir akan dibuka tujuh hari setelah dimulainya fase pertama, memungkinkan pergerakan orang dan barang.
- Penarikan dari Koridor Philadelphi: Pasukan Israel akan mengurangi kehadirannya di Koridor Philadelphi, area perbatasan antara Mesir dan Gaza, dan sepenuhnya mundur dalam waktu 50 hari setelah perjanjian berlaku.
Fase Kedua:
- Pembebasan Sandera dan Tahanan Tambahan: Hamas akan membebaskan semua sandera yang masih hidup, terutama tentara laki-laki, sebagai imbalan atas pembebasan lebih banyak tahanan Palestina oleh Israel.
- Penarikan Total Pasukan Israel: Israel akan memulai penarikan total dari Jalur Gaza, mengakhiri kehadiran militernya di wilayah tersebut.
Fase Ketiga:
- Pengembalian Jenazah dan Rekonstruksi: Jenazah sandera yang tersisa akan diserahkan sebagai imbalan atas dimulainya rencana rekonstruksi Gaza yang akan berlangsung selama tiga hingga lima tahun di bawah pengawasan internasional.
Setiap fase bergantung pada keberhasilan implementasi fase sebelumnya, dengan tujuan akhir mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan pemulihan Gaza.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































