TIMETODAY.ID, BOGOR – Seorang ibu berinisial IT (43) mengaku kecewa terhadap lambannya penanganan kasus pelecehan yang menimpa anaknya, SA (16), oleh pihak kepolisian. Kasus ini telah dilaporkan sejak lima bulan lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
Menurut IT, putrinya menjadi korban pelecehan oleh seorang pria berusia di atas 22 tahun yang dikenalnya melalui Facebook. Peristiwa tersebut terjadi di daerah Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Awalnya diajak main ke rumah, tapi pelaku menolak dan justru mengajak korban pergi untuk jajan. Ternyata dia malah dibawa kabur ke Rumpin,” kata IT, Jumat (7/2/2025).
Di Rumpin, pelaku membawa SA ke rumah bibinya. Setelah tiba, sang bibi langsung pergi meninggalkan mereka berdua di dalam rumah. Saat itulah pelaku melakukan pelecehan terhadap korban.
“Begitu sampai, bibinya ada. Tapi setelah anak saya masuk, bibinya langsung keluar, lalu kejadian itu terjadi,” ungkapnya.
Setelah kejadian tersebut, pelaku meninggalkan SA seorang diri di rumahnya. Korban akhirnya berhasil meminta pertolongan kepada temannya.
“Dia inisiatif mengambil kembali ponselnya dan meminta tolong ke temannya. Dia takut dibunuh karena pelaku mengatakan akan memanggil temannya,” tutur IT
IT mengaku telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan menyerahkan bukti-bukti, termasuk pakaian korban yang terkena darah serta percakapan antara SA dan pelaku. Namun, hingga kini belum ada perkembangan terkait kasus tersebut.
Ia meminta keadilan bagi anaknya dan mendesak pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut. Selain itu, IT juga berharap ada dukungan dari masyarakat dalam memperjuangkan keadilan bagi putrinya.
Reporter : Amelia Azizah





































