TIMETODAY.ID, BOGOR – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menyatakan penyesalannya atas insiden penembakan yang menewaskan seorang pria di depan Pasar Mawar, Kecamatan Bogor Tengah, pada Senin (3/2/2025) dini hari.
“Keberadaan kejadian seperti ini jelas sangat disesalkan. Kami tidak ingin peristiwa seperti ini terulang di kemudian hari,” ungkap Hery, Kamis (6/2/2025).
Ia menekankan bahwa insiden tersebut bukan hanya masalah kriminal semata, tetapi mencerminkan adanya persoalan sosial yang lebih besar di tengah masyarakat.
Kepolisian Kota Bogor telah mengambil tindakan cepat terhadap kasus ini, namun Hery menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), juga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa mendatang.
Salah satu langkah yang akan diambil adalah melakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai penertiban, khususnya dalam hal kekerasan dan premanisme, yang dianggap sebagai salah satu akar permasalahan.
“Ke depan, kami akan membicarakan langkah-langkah pencegahan bersama Forkopimda. Tidak hanya karena insiden ini, tetapi juga untuk menggunakan momentum ini sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan terkait kekerasan, premanisme, dan persoalan lain yang perlu diatasi,” ujar Hery.
Hery Antasari juga menyoroti masalah premanisme yang telah menjadi isu penting di berbagai titik vital kota, termasuk Pasar Mawar. Para preman yang seringkali beroperasi di balik kegiatan perdagangan informal, seperti pedagang kaki lima (PKL), dianggap telah memperburuk situasi sosial dan ekonomi di beberapa kawasan.
Menurut Hery, kehadiran preman tidak hanya mengganggu ketertiban tetapi juga dapat memicu terjadinya tindak kekerasan seperti yang baru-baru ini terjadi.
“Premanisme ini berhubungan erat dengan masalah sosial lainnya, termasuk penataan PKL dan pengelolaan pasar. Keberadaan mereka sering kali menjadi penghalang bagi terciptanya iklim perdagangan yang tertib dan aman,” jelas Hery.
Oleh karena itu, Pemkot Bogor berkomitmen untuk melakukan penertiban pasar dengan menggandeng pihak kepolisian dalam rangka menciptakan suasana yang lebih kondusif.
Namun, saat ditanya mengenai kemungkinan penutupan Pasar Mawar atau langkah tegas lainnya, Hery menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih akan melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan.
“Pasar Mawar merupakan salah satu pusat perekonomian bagi masyarakat. Kami harus bijak dalam menyikapi kondisi ini. Langkah yang diambil harus mampu mengurangi faktor-faktor yang menyebabkan ketidaknyamanan, seperti yang terlihat dalam kejadian ini,” katanya.
Pemkot Bogor juga memiliki kebijakan terkait penataan PKL yang sudah jelas, meski masalah premanisme merupakan ranah penanganan kepolisian.
Hery menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kapolresta Bogor Kota untuk menemukan solusi terbaik agar tercipta ketertiban di pusat-pusat perekonomian kota.
“Pemerintah kota bersama pihak terkait akan terus berusaha mencari cara agar pasar dapat berjalan dengan tertib tanpa intervensi yang tidak seharusnya,” tutup Hery. ***





































