TIMETODAY.ID, BOGOR – Pj Bupati Bogor, Bachril Bakri, mengeluarkan peringatan tegas kepada jajarannya, termasuk para camat dan kepala desa, agar tidak terlibat dalam praktik judi online (Judol). Menurutnya, fenomena ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berdampak negatif terhadap kehidupan sosial masyarakat.
“Judol telah menjadi imbauan. Kita para ASN, seluruh camat, dan kepala desa harus menghindarinya karena merugikan kita semua,” ujar Bachril Bakri kepada wartawan, Sabtu (1/2/2025)
Pernyataan Bachril sejalan dengan kekhawatiran nasional mengenai meningkatnya keterlibatan aparatur pemerintahan dalam judi online.
Sebagai pelayan publik, ASN dan kepala desa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Keterlibatan mereka dalam judi online bukan hanya mencederai integritas, tetapi juga berisiko menimbulkan ketergantungan yang berdampak pada kualitas pelayanan publik.
Peringatan ini juga muncul di tengah meningkatnya kasus penyelewengan dana desa untuk judi online.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) baru-baru ini menemukan indikasi bahwa enam kepala desa di salah satu kabupaten di Sumatera Utara menggunakan dana desa untuk bermain judi online.
Menurut Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, dana yang digunakan berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 260 juta per kepala desa, dengan total dugaan penyelewengan mencapai Rp 40 miliar. Temuan ini memicu kekhawatiran bahwa kasus serupa dapat terjadi di daerah lain, termasuk Kabupaten Bogor.
“Ini menunjukkan bahwa ada potensi besar dana publik disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Kami akan terus menelusuri aliran dana mencurigakan, termasuk di daerah lain,” kata Ivan.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Bachril menegaskan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap pengelolaan dana desa. Ia juga meminta ASN dan kepala desa untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran serta menghindari godaan judi online.
Bachril Bakri berharap adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, PPATK, dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan terkait judi online di kalangan aparatur negara. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya judi online juga menjadi langkah penting untuk menekan angka kasus serupa di masa mendatang.
Dengan meningkatnya pengawasan dan kesadaran akan bahaya judi online, diharapkan integritas aparatur pemerintahan tetap terjaga, sehingga pelayanan publik di Kabupaten Bogor dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan dari perilaku menyimpang.
Reporter : Amelia Azizah





































