Coca-Cola Bermasalah di Eropa: Kandungan Klorat Berlebih Jadi Sorotan

Coca-Cola
Coca-Cola

TIMETODAY.ID – Coca-Cola telah melakukan penarikan sejumlah produk minumannya di beberapa negara Eropa, termasuk Belgia, Luksemburg, Belanda, Jerman, Inggris, dan Prancis, setelah mendeteksi kadar klorat yang melebihi batas aman.

Produk yang ditarik meliputi merek-merek seperti Coca-Cola, Sprite, Fanta, Fuze Tea, Minute Maid, Nalu, Royal Bliss, dan Tropico dalam kemasan kaleng dan botol kaca yang dapat diisi ulang. Penarikan ini mencakup produk dengan kode produksi antara 328 GE hingga 338 GE.

Baca Juga :  Ganti Sekjen, Purbaya Langsung Pasang Target Ekonomi Nyaris 6 Persen

Klorat adalah senyawa kimia yang dapat terbentuk sebagai produk sampingan dari penggunaan disinfektan berbasis klorin dalam pengolahan air.

Advertisement

Paparan klorat dalam jumlah tinggi dapat mengganggu fungsi tiroid dengan menghambat penyerapan yodium, terutama pada anak-anak dan individu dengan defisiensi yodium.

Coca-Cola Europacific Partners Belgium menyatakan bahwa sebagian besar produk yang terdampak dan belum terjual telah ditarik dari peredaran, dan langkah-langkah sedang diambil untuk menarik sisa produk yang masih ada di pasar. Perusahaan menekankan bahwa kualitas dan keamanan produk adalah prioritas utama mereka.

Baca Juga :  Prabowo Soroti Potensi Energi Nabati, Targetkan Indonesia Kurangi Impor BBM

Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai distribusi produk yang terkontaminasi di Indonesia.

Namun, konsumen disarankan untuk tetap waspada dan memeriksa informasi lebih lanjut dari otoritas kesehatan setempat atau perwakilan Coca-Cola di Indonesia jika memiliki kekhawatiran terkait produk yang dikonsumsi.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel