TIMETODAY.ID BOGOR – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus menjadi perhatian serius di sektor peternakan Kabupaten Bogor. Dalam upaya mencegah penyebaran dan dampaknya, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor gencar melakukan vaksinasi pada sapi dengan total 1.425 dosis yang telah disiapkan.
Berdasarkan data Diskanak, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebanyak 20 ekor sapi dilaporkan terinfeksi PMK.
Wilayah terdampak meliputi Cibinong (3 ekor), Gunung Sindur (7 ekor), dan Caringin (10 ekor). Meski begitu, Diskanak optimis dapat mengendalikan penyebaran penyakit ini.
Koordinasi dan Pencegahan Intensif
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diskanak Kabupaten Bogor, drh. Hardy Hendriwan, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah antisipasi yang terstruktur.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait pencegahan PMK, salah satunya melalui penerbitan surat edaran dari kepala dinas,” ujarnya, Senin (20/1/2025).
Hardy menjelaskan bahwa vaksinasi rutin menjadi salah satu upaya kunci untuk menjaga kesehatan ternak di wilayah tersebut.
Selain vaksinasi, Diskanak juga melakukan desinfeksi kandang untuk meminimalkan risiko infeksi.
“Langkah ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor peternakan di Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Gejala dan Penanganan PMK
Hardy memaparkan ciri-ciri awal PMK yang perlu diwaspadai, seperti luka di sekitar bibir dan celah kuku.
Pada tahap lebih lanjut, hewan akan mengeluarkan air liur berlebihan akibat luka di dalam mulut.
Jika ditemukan gejala ini, Hardy mengimbau agar peternak segera melaporkan kasus tersebut ke Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Hewan (UPT Puskewan) atau langsung ke Diskanak.
“Saat ini kami memiliki enam Puskewan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bogor, sehingga peternak dapat segera mendapatkan penanganan medis untuk hewan mereka,” ungkap Hardy.
Ketersediaan Vaksin dan Imbauan kepada Peternak
Dalam upaya mendukung kesehatan hewan ternak, Diskanak memastikan ketersediaan vaksin.
Hingga saat ini, masih ada 1.000 dosis vaksin yang siap digunakan. Hardy mengingatkan para peternak untuk tidak menunda vaksinasi, karena langkah tersebut menjadi upaya preventif yang paling efektif.
“Kerjasama dari para peternak sangat kami butuhkan. Vaksinasi tidak hanya melindungi ternak mereka, tetapi juga mencegah penyebaran lebih luas,” pungkas Hardy. ***
Reporter : Amelia Azizah





































