
TIMETODAY.ID, BOGOR – Dalam tiga tahun terakhir, Kabupaten Bogor menghadapi ancaman serius dari bencana tanah longsor.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 12 orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor yang terjadi di berbagai wilayah.
Peristiwa ini tersebar dalam rentang waktu 2022 hingga 2024, mencerminkan risiko tinggi yang terus mengancam keselamatan warga.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, korban jiwa akibat longsor tersebar di 12 lokasi berbeda di wilayah Barat, Selatan, dan Timur Bogor.
Tahun 2022 menjadi periode terburuk dengan tujuh korban jiwa dari tujuh kejadian longsor. Angka ini menurun menjadi empat korban di tahun 2023 dan satu korban di tahun 2024.
“12 korban itu dari 12 lokasi kejadian bencana alam yang ada di wilayah Kabupaten Bogor,” ujar Adam Hamdani, Sabtu (18/1/2025).
Meski terjadi penurunan, potensi bahaya tetap mengintai, mengingat kondisi geografis dan cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah ini.
Faktor Penyebab dan Kawasan Rawan
Kabupaten Bogor memiliki kontur wilayah perbukitan dan curah hujan tinggi, yang menjadi faktor utama pemicu longsor.
Selain itu, aktivitas manusia seperti pembukaan lahan, alih fungsi lahan, dan pembangunan di daerah rawan longsor memperburuk kondisi tersebut.
Kawasan di lereng perbukitan dan bantaran sungai menjadi titik rawan yang sering terdampak.
Upaya Mitigasi dan Pencegahan
BPBD Kabupaten Bogor terus berupaya mengurangi risiko bencana dengan melakukan pemetaan wilayah rawan longsor, pemasangan alat deteksi dini, dan edukasi kepada masyarakat.
Adam Hamdani menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi risiko bencana. Salah satu imbauannya adalah larangan mendirikan bangunan di zona rawan longsor.
Edukasi tentang mitigasi bencana juga terus digalakkan melalui sosialisasi di tingkat desa.
Selain itu, kerja sama lintas sektor dengan instansi terkait menjadi kunci dalam memperkuat upaya mitigasi.
Penguatan infrastruktur penahan longsor, penghijauan lahan kritis, serta pengawasan tata ruang wilayah menjadi langkah strategis yang tengah diupayakan.
Menghadapi potensi bencana di tahun 2025, Adam Hamdani mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan berpartisipasi aktif dalam upaya mitigasi.
Langkah preventif dan adaptif menjadi kunci dalam menghadapi ancaman yang terus mengintai wilayah Bogor. ***
Reporter : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































