TIMETODAY.ID, MEDAN – Video viral di media sosial memperlihatkan seorang siswa SD di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), berinisial MI, dihukum duduk di lantai saat mengikuti pelajaran karena belum membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Dalam rekaman video yang dilihat timetoday.id, Minggu (12/1/2025), AM, ibu MI, mendatangi guru di sekolah tersebut untuk mempertanyakan alasan anaknya dihukum dengan cara duduk di lantai hanya karena tunggakan SPP.
AM dengan emosional mengungkapkan bahwa MI menjadi bahan ejekan teman-temannya dan menangis saat mengambil rapor.
“Anak saya disoraki, Bu. Waktu saya datang, dia duduk di bawah sambil menangis,” kata AM sambil menahan tangis di hadapan guru.
AM terkejut mengetahui anaknya yang masih duduk di kelas IV SD telah menerima hukuman tersebut sejak 6 Januari 2025. MI bahkan sempat enggan berangkat ke sekolah karena merasa malu di depan teman-temannya.
“Dia menangis tidak mau sekolah, bilang malu duduk di bawah. Saya sebagai ibu merasa sakit hati melihat anak saya dipermalukan seperti itu,” tutur AM.
AM mengaku tidak mengetahui anaknya dihukum hingga ia datang langsung ke sekolah dan melihat MI duduk di lantai saat belajar. Pada 8 Januari 2025, MI menolak berangkat sekolah karena malu, dan saat itu AM baru mengetahui anaknya sudah tiga hari dihukum.
AM menjelaskan bahwa ia belum mampu membayar tunggakan SPP selama tiga bulan karena kondisi ekonomi keluarga. Ia sedang menderita penyakit yang memerlukan operasi, sementara suaminya belum pulang.
“Saya juga pernah sekolah, Bu. Tapi tidak ada aturan yang memperbolehkan anak duduk di bawah karena belum bayar SPP. Dulu saya juga sering telat bayar sekolah, tapi tidak pernah diperlakukan seperti itu,” ungkapnya.
AM menegaskan tidak keberatan jika anaknya dihukum karena tidak mengerjakan tugas sekolah, namun ia keberatan anaknya dipermalukan hanya karena belum membayar SPP.
“Kalau dia tidak kerjakan PR, saya tidak marah kalau dihukum. Tapi gara-gara belum bayar SPP, dia harus duduk di lantai, apa tidak ada rasa iba, Bu?” kata AM.
Dalam video tersebut, guru yang bersangkutan menolak disalahkan dan menyarankan AM untuk langsung menemui kepala sekolah guna menyelesaikan masalah tersebut. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































