TIMETODAY.ID – Penyanyi legendaris Batak, Jack Marpaung, meninggal dunia pada Minggu, 5 Januari 2025, pukul 19.15 WIB di Jakarta. Beliau tutup usia pada umur 76 tahun.
Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh drummer dan produser musik, Posan Tobing, melalui akun Instagram-nya. Posan menyatakan, “Indonesia khususnya penikmat musik Batak, sangat kehilangan. Hari ini sang Maestro musik Batak, Ps. Jack Marpaung, meninggal dunia.”
Kepergian Jack Marpaung meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para penggemar musik Batak. Karya-karyanya akan terus dikenang sebagai bagian dari warisan budaya musik Indonesia.
Perjalanan Karier yang Cemerlang
Jack Marpaung lahir pada 14 April 1948. Selama lebih dari empat dekade, beliau mengabdikan hidupnya untuk musik Batak. Lagu-lagu ciptaannya yang bergenre pop dan folk Batak mampu merangkul hati jutaan pendengar, baik dari komunitas Batak maupun penikmat musik Indonesia secara umum.
Beberapa lagu hitsnya, seperti “Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au,” menjadi lagu ikonik yang tidak hanya menggugah emosi, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai budaya Batak yang kuat. Dengan gaya vokalnya yang khas dan lirik yang menyentuh, Jack Marpaung sukses membawa musik Batak ke panggung nasional.
Warisan Musik yang Tak Tergantikan
Selain dikenal sebagai musisi, Jack Marpaung juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya Batak. Beliau adalah ayah dari penyanyi Novita Dewi, yang dikenal sebagai runner-up X Factor Indonesia. Kecintaan Jack terhadap seni diwariskan kepada keluarganya, membuat jejaknya dalam musik terus berlanjut.
Di masa pensiunnya, Jack Marpaung memilih jalan spiritual sebagai pendeta, namun tetap aktif dalam kegiatan seni. Keputusan ini menunjukkan kedalaman pribadinya sebagai seniman sekaligus hamba Tuhan.
Selamat Jalan, Sang Maestro
Kepergian Jack Marpaung menjadi momen refleksi bagi kita semua untuk terus menghargai dan melestarikan budaya lokal. Warisan lagu-lagunya akan selalu menjadi pengingat akan dedikasinya terhadap seni dan budaya Batak.
Selamat jalan, Jack Marpaung. Karyamu akan tetap hidup dalam setiap nada dan hati penggemar musikmu.***








































