
TIMETODAY.ID – Kekerasan di Timur Tengah semakin memanas. Pada Kamis pagi waktu setempat, kelompok Houthi di Yaman meluncurkan rudal balistik ke Israel.
Serangan tersebut ditargetkan ke dua lokasi militer di wilayah Yaffa, dekat Tel Aviv, menurut juru bicara Houthi, Yahya Saree.
Meskipun Israel mengklaim berhasil mencegat rudal tersebut, laporan media menunjukkan rudal berhasil menghancurkan sebuah gedung sekolah di Tel Aviv.
Sebagai respons, Israel meluncurkan serangan udara ke Yaman, menargetkan Sanaa dan Hodeida.
Serangan ini dilaporkan menghancurkan infrastruktur energi seperti pembangkit listrik dan pelabuhan. Media lokal menyebutkan serangan tersebut menewaskan sembilan orang, termasuk warga sipil.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kelompok Houthi akan membayar mahal atas serangan tersebut.
Di sisi lain, kekerasan di Gaza terus meningkat. Serangan udara Israel pada Kamis menewaskan sedikitnya 30 orang, sebagian besar warga sipil.
Upaya mediasi internasional untuk menghentikan konflik belum membuahkan hasil. Menurut badan pertahanan sipil Gaza, serangan Israel juga menargetkan sekolah di timur Kota Gaza.
Lembaga internasional, termasuk Human Rights Watch dan Doctors Without Borders, menuduh Israel melakukan tindakan genosida dan pembersihan etnis terhadap warga Gaza dengan merusak infrastruktur vital.
Iran dan Hamas turut mengecam serangan Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Sementara itu, dalam KTT negara-negara Muslim di Mesir, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan rekonsiliasi di Suriah dan menghentikan agresi Israel.
Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama guna mendorong perdamaian di wilayah tersebut.
Sumber : cnbcindonesia.com




































