TIIMETODAY.ID – Kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang melibatkan I Wayan Agus Suartama, yang dikenal dengan nama Agus “Buntung”, menyisakan sejumlah fakta menarik. Salah satunya adalah kamar homestay nomor 6 yang menjadi tempat Agus melakukan kejahatannya terhadap wanita.
Bentuk kamar tersebut diketahui melalui unggahan di akun Instagram @lambe_danu2. Penemuan ini bermula dari rekonstruksi yang dilakukan polisi terhadap Agus “Buntung”. Dalam video tersebut, terlihat bahwa kamar nomor 6 adalah lokasi yang sering dipilihnya. Menariknya, Agus selalu menolak kamar lain yang kemungkinan akan digunakan untuk melancarkan aksinya.
Kamar tersebut memiliki dinding berwarna cokelat, namun kondisinya terlihat kurang terawat, dengan cat yang sudah mengelupas di beberapa bagian. Selain itu, kamar nomor 6 yang berada di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilengkapi dengan kipas angin, meja cokelat, serta kamar mandNi yang sangat sempit. Kasur abu-abu dengan motif bunga-bunga, bantal, dan selimut bermotif kotak-kotak juga menjadi bagian dari kamar itu.
Akun tersebut juga menyebutkan bahwa Agus “Buntung” sering menginap di homestay tersebut. Bahkan, menurut istri pemilik homestay, Shinta Agustina, dalam satu hari, Agus bisa membawa tiga wanita berbeda.
“Setiap kali dia datang, hampir setiap hari dia menginap di sini. Dalam sehari, bisa dua kali di pagi hari dan satu kali di malam hari. Wanita yang dibawanya selalu berbeda,” ungkap Shinta.
Meski demikian, Shinta merasa ada yang aneh dengan kedatangan Agus. Ia mengaku pernah melihat wanita yang menangis mengenakan almamater biru setelah keluar dari kamar, namun tidak ada yang pernah mengungkapkan kejadian tersebut.
“Kalau ada yang janggal, pasti ada. Saya pernah lihat ada wanita yang menangis setelah keluar dari kamar,” tambahnya. “Sayangnya, korbannya tidak pernah berbicara. Jika mereka menceritakan apa yang terjadi, tentu kami akan membantu,” tutupnya.
Sumber Berita : Beritasatu.com




































