TIMETODAY.ID – Seorang remaja perempuan berinisial TAP (14) asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor, dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis setelah mengalami pergantian kelamin mendadak.
Ibu TAP, Sukarsih, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan tiga tahap penanganan terhadap kondisi tersebut.
Sementara berdasarkan informasi dari laman resmi National Library of Medicine (NLM), kasus serupa pernah dilaporkan pada seorang pria berusia 32 tahun yang tidak memiliki penis sejak lahir dan mengalami kesulitan buang air kecil.
Penelitian menyebutkan kondisi tersebut terjadi akibat tidak adanya korpora kavernosa dan korpora spongiosum.
NLM mencatat agenesis penis sebagai anomali perkembangan yang sangat langka dengan insiden 1 dari 30 juta kelahiran di dunia.
Kondisi ini disebabkan kegagalan tuberkulum genital untuk berkembang, sehingga terjadi pemisahan yang tidak sempurna antara sinus urogenital dan usus belakang.
Fenomena ini juga perlu dibedakan dari kondisi lain seperti penis tersembunyi, mikropenis, dan pseudohermafroditisme. (Cr3).





































