
TIMETODAY.ID, BOGOR – Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional ke-60 Rumah Sakit Sentosa menggelar Mini Seminar Kesehatan dan Gathering Jejaring Rekanan Fasilitas Kesehatan, yang melibatkan berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Klinik kesehatan, Dokter praktik mandiri, dan Bidan praktik mandiri.
Kegiatan ini mengusung tema “Strategi Penurunan Mortalitas Ibu dan Bayi melalui Peningkatan Layanan Kesehatan” Sabtu (23/11/2024).
dr. Angeline Francis, Sp.OG, salah satu narasumber dalam acara ini, menyampaikan bahwa angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih didominasi oleh hipertensi dalam kehamilan dan pendarahan post partum.
“Kematian ibu dapat ditekan dengan kolaborasi bersama terutama dalam pengenalan faktor risiko, rujukan terencana dan penanganan yang tepat jika terjadi kedaruratan. Oleh karena itu, perlu dihimbau para ibu agar rutin memeriksakan kehamilan dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan seperti dokter dan bidan,” jelasnya.
Plt. Direktur RS Sentosa, dr. Vidi Indrawan, menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kolaborasi antara Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKRTL).
“Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan layanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak, sekaligus menekan angka kematian ibu saat persalinan,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Komisaris Utama RS Sentosa, dr. Frits Rumintjap, Sp.OG, Subsp. Obginsos, MARS, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta.
“Kehadiran perwakilan FKTP menunjukkan keseriusan kita dalam meningkatkan layanan kesehatan. Kolaborasi ini juga membantu membedakan penanganan yang cukup di FKTP dan mana yang perlu dirujuk ke FKRTL. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin di fasilitas kesehatan lainnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dion Chandra T. S, SKM, Manajer Pemasaran dan Humas RS Sentosa, menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara FKTP dan FKRTL.
“RS Sentosa membuka peluang kerja sama untuk mempermudah proses rujukan pasien, guna memastikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien,” katanya.
Dengan digelarnya kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak melalui peningkatan mutu layanan kesehatan. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































