Sungai Bengawan Solo Meluap, Puluhan Hektare Sawah Terendam Banjir

Sungai Bengawan Solo
Banjir bandang yang disebabkan oleh luapan Sungai Bengawan Solo merendam puluhan hektare sawah milik petani di empat kecamatan dan 18 desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu 13 Maret 2024. (Beritasatu.com/Suwanto)

TIMETODAY.ID – Luapan Sungai Bengawan Solo menyebabkan banjir bandang hingga merendam puluhan hektare lahan pertanian di empat kecamatan dan 18 desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Akibatnya, petani harus memanen padi lebih awal daripada jadwal semula, yang seharusnya dilakukan dalam waktu seminggu ke depan.

Situasi ini berdampak signifikan terhadap hasil panen dan kualitas padi. Namun, para petani di wilayah tersebut tidak memiliki opsi lain untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan. Wilayah yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Rengel, Soko, Plumpang, dan Widang.

Iksani, salah seorang petani dari Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, mengungkapkan bahwa dia terpaksa memanen padi lebih awal karena lahan sawahnya tergenang air banjir dari hujan dan Sungai Bengawan Solo. Saat ini, dia hanya dapat memanen satu kotak lahan sawah, sementara seharusnya masih ada waktu seminggu untuk panen yang lebih optimal.

Advertisement
Baca Juga :  Peringati Hari Ginjal Sedunia, Dokter RSUD Leuwiliang Lakukan Penyuluhan Pentingnya Menjaga Kesehatan Ginjal

“Padi yang dipanen ada yang sudah kuning dan ada yang masih hijau. Biasanya, panen dilakukan dalam seminggu ke depan sehingga hasilnya kali ini akan kurang baik, baik dari segi jumlah maupun kualitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan secara rinci mengenai luas lahan sawah yang terendam banjir. Tim BPBD sedang melakukan pendataan di lapangan, dan mayoritas lahan yang terkena banjir adalah lahan pertanian padi.

Baca Juga :  Daftar Korban Pesawat Jatuh di Lapangan Sunburst BSD Tangerang

“Saya melihat ada petani yang memanen paksa di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel. Mereka memperkirakan jika tidak segera dipanen, padi akan membusuk akibat rendaman air yang terus berlangsung. Oleh karena itu, petani sedang berusaha untuk mengangkut padi dari sawah,” jelas Sudarmaji.

BPBD mencatat terdapat18 desa dari empat kecamatan di Kabupaten Tuban terkena banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Banjir tersebut menyebabkan genangan air mencapai ketinggian antara 50 cm hingga satu meter di jalan, rumah, dan lahan pertanian, mengganggu aktivitas warga setempat. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

=========================================================