BPBD Kota Bogor Belum Temukan Kerusakan Imbas Gempa Sukabumi

BPBD
Kepala BPBD Kota Bogor, Hidayatullah.

TIMETODAY.ID – BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Bogor, Jawa Barat, hingga saat ini belum mendeteksi konsekuensi dari gempa bumi tektonik dengan magnitudo 2,2 pada Kamis (14/12) pukul 4:10:34 WIB dan magnitudo 4,6 pada pukul 6.35.12 WIB di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Belum ada laporan mengenai dampak, baik dari petugas maupun warga,” kata Kepala BPBD Kota Bogor, Hidayatullah, Kamis, 14 Desember 2023.

Meskipun belum mendapat laporan imbas gempa bumi, namum ia menyarankan agar warga selalu memeriksa keamanan bangunan mereka.

Advertisement

Dikabarkan sebelumnya, telah terjadi gempa bumi di wilayah Bogor, Jawa Barat pada Kamis, 14 Desember 2023.

Baca Juga :  BMKG Mencatat Periode  6-14 Desember 2023 Terjadi 50 Kali Gempa di Lokasi Berdekatan

Berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 04.10 dini hari WIB.

Gempa bumi di Bogor, Jawa Barat, memiliki kekuatan Magnitudo (M) 2,2 pada dini hari tadi.

Episentrum gempa bumi Bogor Jawa Barat berada di koordinat 6.70 Lintang Selatan (LS) dan 106.55 Bujur Timur (BT).

Jarak episentrum gempa ini terletak 29 km BaratDaya dari KOTA BOGOR, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 km.

BMKG menegaskan bahwa informasi ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring penambahan data. “Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian yang disampaikan BMKG.

Baca Juga :  Kerap Mangsa Hewan Ternak, Ular Sanca Sepanjang 2 Meter di Bogor Dievakuasi

Gempa bumi ini dikategorikan sebagai sangat minor dengan skala I dan berwarna putih. Meskipun kekuatannya mencapai M 2,2, kemungkinan besar gempa ini tidak dirasakan oleh banyak orang atau hanya dirasakan oleh sejumlah kecil individu, tetapi dapat terdeteksi melalui seismograf.

Dengan demikian, risiko dampak kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa dengan kekuatan M 2,2 ini di Bogor, Jawa Barat, dianggap rendah. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

=========================================================