Pemkab Bogor Minta Posyandu “Tekan” Angka Stunting

PEMKAB BOGOR

TIMETODAY.ID, BOGORPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sinergikan gerak Kelompok Kerja Operasional Pembinaan (Pokjanal) Pos Pembinaan dan Pelayanan Terpadu (Posyandu) tingkat kabupaten, kecamatan, serta para Pendamping Posyandu Juara (PPJ) demi atasi persoalan stunting di Kabupaten Bogor.

Bentuk dukungan Pemkab Bogor adalah peningkatan peran Posyandu melalui peningkatan operasional Posyandu di tahun depan. Mengingat betapa vitalnya peran Posyandu, salah satunya dalam penanganan stunting.

Pokjanal Posyandu Pemkab kabupaten, tingkat kecamatan dan para Pendamping Posyandu Juara berkumpul pada Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Pokjanal Posyandu Menuju Posyandu Multifungsi, di M-One Hotel, Sukaraja, Rabu (14/12/2022).

Advertisement

Hadir membuka Rakor, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah. Sebagai pemberi materi, hadir dari DPMD Provinsi Jawa Barat dan Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI).

Baca Juga :  Golkar Kabupaten Bogor Kembali Torehkan Sejarah, Jaro Ade : Optimis Raih 10 Kursi Legislatif di Bumi Tegar Beriman

Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah menjelaskan, Rakor ini sangatlah penting, mengingat saat ini ada beberapa hal yang menjadi fokus utama pemerintah pusat. Pertama, soal penanganan dampak dari pandemi, kedua soal ancaman resesi global akibat perang yang berkecamuk antara Rusia dan Ukraina. Berikutnya adalah soal kesehatan, salah satunya persoalan stunting.

“Dalam penanganan stunting, Kabupaten Bogor sedikit kurang diuntungkan karena populasi kita besar. Maka kalau kita tidak bergerak bersama, tidak akan mungkin bisa kita tangani persoalan stunting ini,” tandas Renaldi.

Renaldi melanjutkan, maka pada Rakor ini kita menjalin sinergi untuk bersama-sama bergerak menangani masalah stunting. Kita koordinasikan segala hal, salah satunya ada hal kecil yang bisa kita lakukan namun dampaknya begitu besar, yakni memonitor semua kegiatan Posyandu yang ada di desa.

Baca Juga :  Puncak HKN ke-59, RSUD Leuwiliang Raih Sejumlah Penghargaan

“Saat ini satu-satunya layanan proaktif ke masyarakat di desa adalah Posyandu, kegiatannya terjadwal setiap bulan dan langsung mendatangi masyarakat,” jelas Renaldi.

Renaldi berpesan kepada Pokjanal Posyandu dan Pendamping Posyandu Juara, jangan pernah bosan melakukan perubahan yang sifatnya mengakselerasi peran Posyandu di tengah masyarakat.

“Saya berharap hari ini kita menghasilkan komitmen untuk memperkuat teman-teman kita di desa. Kita kuatkan lagi layanan Posyandu di wilayah masing-masing,” ungkap Renaldi. (*)

=========================================================