1.182 Pegawai P3K Kabupaten Bogor Lolos Seleksi

TIME TODAY – 1.182 dari dua ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kabupaten Bogor dinyatakan lolos setelah mengikuti berbagai macam seleksi.

Baca Juga : Bogor Darurat Stunting

Baca Juga : THM di Bogor Tutup Selama Puasa

Advertisement

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan pengangkatan pegawai P3K di Kabupaten Bogor, menjadi pengangkatan yang terbanyak di Indonesia, karena pengajuan itu didasarkan pada kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja (Daerah) APBD.

Menurutnya, terdapat salah satu daerah yang tidak memenuhi kuota untuk dijadikan pegawai pemerintahan.

Dengan demikian, pihaknya meminta agar para pegawai P3K untuk bersungguh sungguh mengabdikan terhadap Pemkab Bogor dengan disiplin dan loyal melayani masyarakat meski sebagai pegawai dengan perjanjian kontrak.

Baca Juga : Lorenzo Kritik Sikap Jack Miller

Baca Juga :  Jaga Kenyamanan Wisatawan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemkab Bogor Berantas Pungli di Kawasan Wisata

Baca Juga : Persebaya Janji Tidak Main Mata Dengan PS Sleman

“Pegawai P3K itu sama stausnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Saya minta agar terus berinovasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bogor,” pintanya, Jumat (9/4/2021).

Dengan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap para tenaga honorer melalui program P3K, sambung Ade merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap pegawai honorer seperti guru, tenaga penyuluh dan tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor.

“Melalui program P3K ini diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan pelayanan juga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Baca Juga : Begini Cara Menggunakan Kondom Wanita yang Benar

Agar lebih profesional dalam menciptakan inovasi, Pemkab Bogor bekerjasama dengan Univeritas Pajajaran (Unpad) Bandung menyelenggarakan program beasiswa magister (S2) bidang inovasi regional yang dibiayai penuh oleh pemerintah, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Problematik Sampah Plastik

Namun, kata dia program beasiswa itu sangat terbatas dengan kuota hanya 20 orang setiap tahunnya. Dengan begitu, Ade menuturkan program itu dilakukan dengan proses seleksi ketat.

“Program ini harus dimanfaatkan oleh para pegawai P3K, karena kedepan saya ingin ASN Kabupaten Bogor lebih profesional dan handal dalam menciptakan inovasi untuk mengoptimalkan pelayanan publik,” tutur Ade.

Dirinya berharap, kuota P3K di Kabupaten Bogor agar dapat ditambah lebih banyak lagi mengingat di Kabupaten Bogor masih kekurangan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. (bam)

=========================================================