Jangan Diabaikan! Keran Menetes Bisa Bikin Tagihan Air Membengkak

Keran
ilustrasi keran air menetes. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat memang cukup mengganggu. Selain membuat lantai basah, kondisi ini juga bisa menyebabkan pemborosan air dan membuat pompa air bekerja terus-menerus.

Masalah tersebut ternyata bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari komponen aus hingga kerusakan di bagian dalam keran. Berikut penyebab dan cara memperbaikinya.

Penyebab Keran Masih Menetes

1. Penutup Keran Sudah Longgar

Salah satu penyebab paling umum adalah bagian penutup keran mulai aus atau longgar. Biasanya, segel karet atau plastik kecil di dalam keran sudah rusak akibat pemakaian dalam waktu lama.

Advertisement

2. Ada Komponen Keran yang Retak atau Rusak

Beberapa bagian keran seperti washer, ring-O, seal, atau katup bisa mengalami kerusakan. Retakan kecil, karat, atau penumpukan mineral dapat membuat air tetap keluar meski keran sudah ditutup.

Baca Juga :  Langkah Praktis Memperbaiki Keran Air Longgar di Rumah Tanpa Alat

Jika kondisi ini dibiarkan, kebocoran biasanya akan semakin parah.

3. Pemakaian Air Terlalu Keras

Kebiasaan membuka keran terlalu besar ternyata juga bisa mempercepat kerusakan. Tekanan air yang tinggi dapat membuat komponen di dalam keran cepat longgar, retak, atau bocor.

Cara Memperbaiki Keran yang Menetes

1. Siapkan Alat

Beberapa alat yang biasanya diperlukan antara lain:

  • Kunci pas
  • Obeng
  • Ring-O atau cartridge pengganti
  • Selotip khusus pipa atau selotip ledeng

2. Matikan Aliran Air

Sebelum membongkar keran, pastikan pompa atau saluran air dimatikan agar air tidak menyembur saat keran dibuka.

3. Lepaskan Gagang Keran

Buka bagian gagang keran dan lepaskan sekrup yang menahannya.

4. Buka Cartridge atau Katup

Gunakan kunci pas untuk membuka cartridge atau katup dengan memutarnya berlawanan arah jarum jam.

Baca Juga :  Tak Perlu Sering Kuras, Begini Cara Menjaga Air Kolam Ikan Tetap Jernih

5. Periksa Washer dan Ring-O

Cek kondisi washer atau ring-O di dalam keran. Jika sudah aus, berubah bentuk, atau retak, segera ganti dengan yang baru.

6. Gunakan Selotip Pipa

Untuk sambungan berulir, kamu bisa menambahkan selotip ledeng agar sambungan lebih rapat dan tidak bocor.

7. Pasang Kembali Komponen

Setelah selesai diperbaiki, pasang kembali seluruh bagian keran dengan rapat, tetapi jangan terlalu kencang agar komponen tidak cepat rusak.

Jika setelah diperbaiki keran masih terus menetes, kemungkinan kerusakan sudah cukup parah dan keran perlu diganti baru. Dengan perawatan yang tepat, keran bisa lebih awet dan penggunaan air di rumah tetap hemat.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel