Ruang Kelas di UEA Kembali Ramai, PJJ Darurat akibat Serangan Iran Resmi Berakhir

UEA
Foto: REUTERS/Rula Rouhana

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana ruang kelas di Uni Emirat Arab (UEA) kembali hidup setelah sempat sunyi selama sepekan. Setelah menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, sekolah dan kampus di seluruh UEA mulai kembali menggelar kegiatan belajar tatap muka pada Senin (11/5/2026).

Kementerian Pendidikan UEA mengumumkan bahwa seluruh siswa, guru, tenaga administrasi, serta anak-anak di taman kanak-kanak diizinkan kembali ke kelas, baik di institusi negeri maupun swasta. Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi keamanan dan berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait.

“Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh dan koordinasi berkelanjutan untuk memastikan proses pendidikan dapat berlangsung secara aman dan lancar,” demikian pernyataan Kementerian Pendidikan UEA.

Advertisement
Baca Juga :  Fetty Anggraendini Kawal Ketat Pelaksanaan Sekolah Maung di Kota Bogor

Kebijakan serupa juga diberlakukan untuk perguruan tinggi. Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah UEA memastikan seluruh universitas dan lembaga pendidikan tinggi di seluruh negeri kembali menjalankan pembelajaran tatap muka mulai hari yang sama.

Kembalinya aktivitas akademik ini menandai berakhirnya periode pembelajaran daring yang diberlakukan pada 5 hingga 8 Mei 2026. Saat itu, pemerintah memilih menutup sementara sekolah dan kampus sebagai tindakan pencegahan setelah meningkatnya ancaman rudal dan drone di kawasan Teluk.

Meski kegiatan belajar telah normal kembali, pihak berwenang menegaskan protokol keselamatan tetap diterapkan di seluruh institusi pendidikan. Pemerintah juga menyatakan sekolah dan universitas siap beralih kembali ke sistem pembelajaran alternatif apabila kondisi keamanan berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Perbedaan Book Smart dan Street Smart: Kunci Sukses di Dunia Nyata

Situasi di UEA sempat memanas setelah Kementerian Pertahanan melaporkan keberhasilan sistem pertahanan udara mencegat sejumlah rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak yang mengarah ke wilayah negara tersebut.

Salah satu insiden paling serius terjadi di Zona Industri Minyak Fujairah, ketika serangan drone memicu kebakaran besar di kawasan strategis tersebut. Otoritas setempat melaporkan beberapa korban luka akibat kejadian itu.

Ketegangan regional sendiri meningkat tajam setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu eskalasi keamanan di kawasan Teluk, termasuk ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel