Berawal dari Masalah Sehari-hari, Mahasiswa ITB Hadirkan Parfum Pintar

ITB
Tim Moneyfesteam dari Institut Teknologi Bandung merancang inovasi berupa sistem parfum modular yang didukung teknologi kecerdasan buatan. Foto: Dok. L'Oréal Indonesia

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Inovasi berbasis teknologi kembali lahir dari kampus dalam negeri. Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadirkan konsep parfum berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan hingga 15 variasi aroma dalam satu botol.

Gagasan tersebut dikembangkan oleh tim Moneyfesteam yang beranggotakan Rayhan Hidayatul Fikri, Allodya Qonnita, dan Muhammad Abdillah Putra Alfera. Inovasi ini tidak hanya mengantarkan mereka meraih prestasi di tingkat nasional, tetapi juga membuka jalan menuju ajang global di Paris pada Juni 2026.

Berangkat dari pengamatan terhadap gaya hidup pria modern yang dinamis, tim ini menilai parfum konvensional belum mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna dalam berbagai situasi. Dari persoalan sederhana tersebut, lahirlah sistem parfum modular yang fleksibel dan adaptif.

Advertisement
Baca Juga :  Masa Depan Kesehatan di Era AI: Ancaman atau Terobosan Bagi Dokter?

Konsep yang diberi nama “Azzaro Quintessence” ini mengusung teknologi 4-in-1 fragrance, dengan empat kompartemen aroma yang dapat dikombinasikan menjadi berbagai varian wangi. Sistem tersebut juga didukung perangkat portabel serta aplikasi berbasis AI yang memungkinkan pengguna menyesuaikan aroma secara real-time.

“Inovasi ini kami rancang agar pengguna bisa memiliki identitas aroma yang berbeda dalam satu hari, sesuai aktivitas yang dijalani,” ujar Abdillah, dikutip dari laman resmi kampus.

Dalam pengembangannya, tim menghadapi tantangan untuk menggabungkan aspek teknologi, emosi pengguna, hingga nilai bisnis dalam satu produk yang tetap terasa eksklusif. Proses tersebut, menurut mereka, menjadi kunci dalam memperkuat konsep inovasi.

Baca Juga :  Minim SMP Negeri, Katulampa Usulkan Penambahan Fasilitas Pendidikan

Kolaborasi lintas disiplin juga menjadi faktor penting. Salah satu anggota tim bahkan menjalani program pertukaran di National University of Singapore (NUS), sehingga koordinasi dilakukan secara jarak jauh. Meski demikian, perpaduan latar belakang manajemen dan teknologi justru memperkaya pengembangan produk.

Ke depan, tim berencana menyempurnakan konsep mereka untuk bersaing di tingkat internasional, termasuk memperdalam analisis pasar global dan strategi presentasi. Mereka berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani menghadirkan solusi kreatif berbasis masalah nyata.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel