Asing Serbu Saham BBRI Sembilan Hari Beruntun, Borong Rp 1,84 Triliun

Saham BBRI
Suasana layanan di salah satu kantor PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Saham BBRI diburu investor asing selama sembilan hari beruntun pada periode 18–26 Februari 2026 dengan total net buy mencapai Rp 1,84 triliun. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Investor asing tercatat terus melakukan pembelian bersih atau net buy saham BBRI selama sembilan hari berturut-turut, sejak 18 Februari hingga 26 Februari 2026, dengan total nilai mencapai Rp 1,84 triliun.

Pada perdagangan Kamis (26/2/2026), sebanyak 146,16 juta saham BBRI berpindah tangan dengan frekuensi 26.313 kali dan nilai transaksi Rp 576,25 miliar. Investor asing membukukan net buy senilai Rp 108,83 miliar pada hari tersebut. Kendati demikian, saham BRI ditutup melemah 0,50 persen ke level Rp 3.950 di akhir sesi perdagangan.

Sepanjang periode pembelian asing itu, harga saham BBRI tercatat naik 3,13 persen.

Advertisement

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham BBRI pada perdagangan Jumat (27/2/2026) di kisaran harga Rp 3.870–Rp 3.930. Target harga pertama dipatok Rp 4.000 dan target kedua Rp 4.080, dengan stoploss di bawah Rp 3.800.

Baca Juga :  Pergerakan Harga Emas Antam 25 Maret 2026, Naik Rp7.000 per Gram

Sementara itu, OSO Sekuritas menilai prospek laba BBRI dalam jangka menengah menunjukkan pemulihan yang didorong oleh perbaikan kualitas aset. Sebelumnya, laba BBRI terbebani oleh peningkatan provisi dan margin bunga bersih yang lebih ketat. OSO Sekuritas merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga dalam 12 bulan sebesar Rp 4.230.

Dari sisi kinerja keuangan, Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Edi Chandren, mencatat laba bersih BRI mencapai Rp 15,9 triliun pada kuartal keempat 2025, tumbuh 7 persen secara tahunan dan 9 persen secara kuartalan. Angka ini membaik dibandingkan kinerja laba selama sembilan bulan pertama 2025 yang turun 10 persen secara tahunan.

Baca Juga :  IHSG Menanjak di Awal Pekan, Antara Optimisme dan Kewaspadaan

“Laba bersih selama 2025 mencapai Rp 56,7 triliun, turun 5 persen secara tahunan, namun sejalan dengan ekspektasi konsensus atau 101 persen dari estimasi 2025,” tulis Edi dalam catatannya, Kamis (26/2/2026).

Perbaikan laba pada kuartal keempat didorong oleh akselerasi Pre-Provision Operating Profit (PPOP) yang mencapai Rp 32,7 triliun, naik 13 persen secara tahunan dan 15 persen secara kuartalan. Meski beban provisi melonjak menjadi Rp 12,5 triliun atau naik 44 persen secara tahunan, dampaknya terkompensasi oleh penurunan beban pajak sebesar 7 persen.

Pertumbuhan kredit BRI per Desember 2025 tercatat 12 persen secara tahunan, melampaui panduan manajemen. Edi memperkirakan pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh pinjaman kepada PT Agrinas Pangan Nusantara yang berkaitan dengan program Koperasi Desa Merah Putih.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel