
TIMETODAY.ID, BOGOR – Warga Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat meminta agar Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar lebih rutin. Program yang dinilai meringankan beban masyarakat itu dianggap belum cukup menjawab tekanan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik di pasaran.
Tuntutan itu salah satunya datang dari Iim (60), warga yang tinggal tak jauh dari kawasan Gelora Pakansari. Ia mengaku terbantu dengan harga sembako yang dijual lebih murah dibandingkan warung dalam GPM yang digelar di area Masjid Nurul Wathon, Kecamatan Cibinong, Kamis (26/2/2026).
“Harus sering-sering gelar GPM, soalnya harga di warung itu kadang bisa lebih mahal,” tegasnya.
Iim baru mengetahui kegiatan tersebut saat melintas sepulang mengantar cucu sekolah. Melihat keramaian warga yang mengantre, ia langsung ikut bergabung dan membeli minyak goreng serta tepung terigu.
Selisih harga yang ditawarkan GPM memang terasa nyata bagi warga. Minyak goreng kemasan satu liter, misalnya, dijual Rp 15.000 di GPM, sementara di warung bisa mencapai Rp 18.000. Iim sendiri membeli minyak goreng dua liter seharga Rp 31.000 dan tepung terigu segitiga Rp 11.000.
Meski selisih harga tidak terlampau besar, Iim menyebut program tersebut tetap berarti bagi kalangan masyarakat kecil.
“Alhamdulillah lumayan membantu, walaupun beda sedikit juga,” ujarnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































