Jangan Asal Buka, Ini Momen Paling Dianjurkan untuk Membuka Angpao Imlek

angpao
ilustrasi angpao. Foto: itsock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tradisi membagikan angpao menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru China atau Imlek, termasuk di Indonesia. Amplop merah berisi uang itu umumnya diberikan kepada anak-anak hingga orang dewasa yang belum menikah sebagai simbol doa keberuntungan dan kesejahteraan di tahun yang baru.

Di balik tradisi tersebut, masyarakat Tionghoa juga mengenal waktu-waktu tertentu yang diyakini membawa keberkahan saat membuka angpao.

Merujuk laporan South China Morning Post, hari ke-15 dalam kalender Lunar tahun ini jatuh pada 3 Maret 2026. Dalam tradisi budaya Tiongkok, momen ini dikenal sebagai Festival Lentera sekaligus penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Hari tersebut juga menjadi batas terakhir pembagian angpao.

Advertisement
Baca Juga :  Mainan Anak Berserakan Saat Liburan? Coba 4 Cara Ini Biar Rumah Cepat Rapi

Dalam kepercayaan tradisional, membuka angpao sebelum Festival Lentera berakhir dipercaya dapat mengganggu siklus perayaan yang dianggap sempurna. Siklus ini dilambangkan dengan kemunculan bulan purnama pertama di awal tahun baru lunar, yang menjadi simbol kelengkapan, harapan, serta keberuntungan.

Meski demikian, terdapat pengecualian dalam tradisi tersebut. Pada hari ketujuh setelah Tahun Baru Imlek—yang tahun ini bertepatan pada 23 Februari 2026—angpao diperbolehkan untuk dibuka.

Hari tersebut dikenal sebagai “hari ulang tahun semua orang”, momen yang diyakini tepat untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas doa dan ucapan selamat dari keluarga maupun kerabat.

Sejumlah praktisi ramalan di Hong Kong bahkan menyebut hari ke-16 tahun baru lunar, yakni 4 Maret 2026, sebagai waktu paling membawa keberuntungan untuk membuka angpao pada Tahun Kuda. Waktu tersebut diyakini melambangkan awal perputaran rezeki dan keberuntungan yang lebih baik sepanjang tahun.

Baca Juga :  Perjuangan Wening, Kisah Ibu dan Rahasia Horor dalam Film Tebusan Dosa

Selain soal waktu, tradisi juga mengatur etika dalam menerima angpao. Membuka amplop merah di hadapan pemberinya dianggap kurang sopan. Namun sebaliknya, membiarkan angpao tidak pernah dibuka juga dipercaya dapat membawa kesialan.

Amplop merah sendiri memiliki makna simbolis sebagai lambang kemakmuran dan keberuntungan. Karena itu, dalam budaya Tionghoa, amplop tersebut dianjurkan untuk disimpan dengan baik dan tidak dibuang sembarangan sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol keberkahan yang dibawanya.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel