Takaichi Menang Besar, Agenda Pajak dan Pertahanan Jepang Kian Menguat

Takaichi
PM Jepang Sanae Takaichi. Foto: Yoshikazu Tsuno

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mencatatkan kemenangan politik besar setelah Partai Demokratik Liberal (LDP) yang dipimpinnya meraih kemenangan telak dalam pemilu sela yang digelar pada Minggu (8/2) waktu setempat.

Hasil pemungutan suara tersebut mengukuhkan dominasi LDP dengan mengamankan mayoritas dua pertiga kursi di majelis rendah parlemen Jepang, lembaga legislatif yang memiliki pengaruh besar dalam penentuan kebijakan negara.

Keberhasilan itu tidak hanya mempertegas posisi Takaichi di panggung politik nasional, tetapi juga membuka peluang bagi realisasi berbagai agenda strategis pemerintahannya.

Advertisement

Program pemotongan pajak yang sempat memicu gejolak pasar keuangan diperkirakan akan segera didorong, bersamaan dengan rencana peningkatan belanja militer yang diarahkan untuk memperkuat daya tangkal Jepang terhadap pengaruh China.

Takaichi, yang menjabat sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang sejak Oktober 2025, sebelumnya mengambil langkah politik berani dengan mengumumkan pemilu sela musim dingin, sebuah langkah yang jarang dilakukan dalam tradisi politik Jepang.

Baca Juga :  Sambut Natal Penuh Kehangatan dengan Kue Jahe, Berikut Resepnya

Keputusan itu diambil untuk memanfaatkan lonjakan popularitasnya sejak dipercaya memimpin LDP, partai yang telah lama mendominasi pemerintahan Jepang.

Langkah tersebut terbukti menjadi taruhan politik yang membuahkan hasil besar. Sebagai perdana menteri kelima Jepang dalam kurun lima tahun terakhir, Takaichi berhasil memperkuat legitimasi kepemimpinannya melalui kemenangan yang melampaui ekspektasi banyak pihak.

Mengutip laporan Reuters dan AFP, LDP di bawah kepemimpinan Takaichi berhasil meraih 316 kursi dari total 465 kursi di majelis rendah parlemen Jepang.

Capaian ini menjadi perolehan terbaik sepanjang sejarah partai tersebut. Bersama mitra koalisi, Partai Inovasi Jepang atau Ishin, koalisi pemerintah kini menguasai total 352 kursi parlemen, jauh melampaui ambang batas dua pertiga kursi majelis rendah.

Dominasi kursi tersebut memberikan Takaichi kekuatan politik yang sangat besar atau supermajority.

Dengan dukungan itu, pemerintahannya berpeluang lebih leluasa meloloskan berbagai agenda legislasi, bahkan memungkinkan untuk mengesampingkan majelis tinggi parlemen, di mana koalisinya tidak memiliki mayoritas.

Baca Juga :  Insiden Penguncian Radar Jet Tempur China Picu Ketegangan Baru dengan Jepang

“Pemilu ini melibatkan perubahan kebijakan besar — khususnya perubahan besar dalam kebijakan ekonomi dan fiskal, serta penguatan kebijakan keamanan,” kata Takaichi dalam wawancara dengan televisi setempat, pada Minggu (8/2) malam, saat hasil pemilu mulai masuk.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan agenda kebijakan meski menuai perdebatan publik.

“Ini adalah kebijakan yang telah menuai banyak pertentangan… Jika kita telah menerima dukungan publik, maka kita benar-benar harus mengatasi masalah-masalah ini dengan segenap kekuatan kita,” ucapnya.

Kemenangan Takaichi turut mendapat perhatian internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan terhadap kepemimpinan Takaichi ke depan.

Ia menilai kemenangan tersebut sebagai momentum penting bagi arah kebijakan konservatif Jepang.

“Keputusan Sanae yang berani dan bijaksana untuk menyerukan pemilu membuahkan hasil yang besar,” kata Trump, yang akan menjamu Takaichi di Gedung Putih bulan depan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel