
TIMETODAY.ID, BOGOR – Dua kandidat dengan rekam jejak kepemimpinan di badan usaha milik daerah (BUMD) bersaing dalam seleksi Direktur Bisnis dan Pelayanan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Mereka adalah Sonny Salimi, mantan Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, dan Muzakkir, mantan Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor.
Sonny Salimi tercatat menjabat sebagai Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung selama tiga periode. Dia memiliki pengalaman manajerial lebih dari tiga dekade di bidang pengelolaan air minum dan air limbah, dimulai dari operator hingga posisi puncak sebagai direktur utama.
Selama kepemimpinannya, Sonny mengembangkan laboratorium air minum menjadi laboratorium lingkungan yang tersertifikasi dan terregistrasi di Kementerian Lingkungan Hidup dengan omzet lebih dari Rp 23 miliar per tahun. Dia juga memimpin pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gedebage berkapasitas 700 liter per detik yang menargetkan 56.000 pelanggan baru di empat kecamatan.
Sonny menginisiasi kerja sama business to business (B2B) pertama di Indonesia untuk penurunan non-revenue water (NRW) melalui kemitraan dengan PT Adaro Tirta Mandiri senilai Rp 248 miliar. Dia juga memulai proyek B2B dengan konsorsium BUMN (PJT II, Danareksa, dan SUEZ) untuk pembangunan SPAM Bandung Terintegrasi berkapasitas 3.500 liter per detik dengan nilai investasi Rp 3,75 triliun.
Berkat berbagai program tersebut, Perumda Tirtawening Kota Bandung berhasil meningkatkan pendapatan Rp 4 miliar-Rp 5 miliar per bulan dari air minum dan Rp 1,5 miliar per bulan dari air limbah pada 2025.
Sementara itu, Muzakkir dikenal membawa transformasi digital dan modernisasi pasar-pasar tradisional di Bogor selama menjabat sebagai Dirut PD PPJ. Pria kelahiran Lhokseumawe, Mei 1975, itu lulus dari IPB University pada 1998 dan sebelumnya menjadi pemilik PT Zoom Infotek Telesindo (Zoom Group) serta usaha Barona Tambak Udang dan Bandeng.
Sebagai Dirut PD PPJ Kota Bogor, Muzakkir membangun dan mengembangkan pasar rakyat, melakukan revitalisasi pasar modern, membenahi penataan lingkungan pasar, serta menertibkan administrasi dan mengembalikan aset pasar Kota Bogor. Dia juga mengembangkan aplikasi e-kujang untuk transaksi pembelanjaan daring.
Pada 2021, Muzakkir berhasil membawa Pasar Gunung Batu menjadi salah satu dari dua pasar rakyat di Jawa Barat yang mendapat sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Kementerian Perdagangan.
Proses seleksi akan melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang melibatkan tim penguji dari unsur akademisi, praktisi, dan birokrat. Pada tahap ini, kandidat akan membedah makalah visi dan misi serta kemampuan mereka dalam mengelola aspek bisnis dan pelayanan publik.
Direktur Bisnis dan Pelayanan Perumda Tirta Pakuan dituntut mampu menyeimbangkan aspek komersial untuk menjaga margin keuntungan dan memberikan pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemerintah Kota Bogor, sekaligus aspek sosial dalam menghadapi masyarakat terkait penyesuaian tarif atau gangguan distribusi air.



































