
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor mengembangkan sistem pendataan untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran. Sistem ini tidak hanya memonitor pelaksanaan program, tetapi juga memverifikasi keakuratan data penerima manfaat.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan pendataan penerima manfaat tidak hanya mengandalkan Data Pokok Pendidikan dari Kementerian Pendidikan. Pemkot Bogor memperluas cakupan penerima manfaat mencakup ibu hamil, ibu menyusui, anak balita di posyandu, dan anak stunting.
“Sistem ini memastikan warga yang mendapatkan manfaat dari MBG betul-betul terdata dengan baik,” ujarnya dalam pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana di Hotel Aston Sentul Bogor, Senin (19/1/2026).
Dedie menjelaskan, program MBG ke depan akan difokuskan untuk penanggulangan stunting. Penerima manfaat harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk kriteria desil 1 sampai desil 5, terutama bagi keluarga dengan anak stunting yang membutuhkan bantuan.
Saat ini, Kota Bogor memiliki 86 dapur MBG dari target 110 dapur. Setiap dapur melayani sekitar 3.000 penerima manfaat. Dengan jumlah dapur yang ada, sekitar 240.000 warga telah menerima manfaat program ini.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































