Jangan Sepelekan Serat: Ini 4 Dampak Buruk Kekurangannya

Serat
Ilustrasi Makanan yang mengandung serat. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kekurangan serat dalam pola makan sehari-hari tidak hanya menimbulkan sembelit, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan secara lebih luas.

Serat memiliki peran penting dalam kesehatan pencernaan, kestabilan energi, dan pengendalian gula darah.

Menurut para ahli, serat banyak ditemukan pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan. Jika asupannya kurang, tubuh biasanya memberi sinyal peringatan.

Advertisement

Berikut empat tanda utama tubuh kekurangan serat:

  1. Sembelit atau Pergerakan Usus Tidak Teratur
    Sembelit merupakan gejala paling umum. Serat menambah volume dan kelembapan tinja sehingga membantu pergerakan usus. Kekurangan serat bisa membuat seseorang kesulitan buang air besar, mengejan, atau merasa perut tetap begah meski sudah ke toilet.

  2. Cepat Merasa Lapar Setelah Makan
    Serat memperlambat pencernaan dan membuat rasa kenyang lebih lama. Kekurangan serat menyebabkan makanan cepat dicerna, sehingga rasa lapar datang lebih cepat. Hal ini berpotensi memicu kebiasaan ngemil berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan lemak, yang bisa memengaruhi berat badan dan metabolisme.

  3. Kadar Gula Darah Tidak Stabil
    Serat larut memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Kekurangan serat dapat menimbulkan lonjakan gula darah pasca makan, meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2 dalam jangka panjang.

  4. Gangguan Kesehatan Usus dan Mikroba
    Serat menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik di usus. Kekurangan serat dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus, yang berdampak pada pencernaan dan daya tahan tubuh. Gejala yang mungkin muncul termasuk perut kembung, gangguan pencernaan, atau rasa tidak nyaman tanpa sebab jelas.

Baca Juga :  Jangan Diabaikan, Ini Sejumlah Keluhan yang Bisa Menjadi Tanda Kolesterol Tinggi

Untuk mencegah risiko tersebut, masyarakat disarankan menambah konsumsi buah dan sayuran utuh seperti apel, pir, semangka, brokoli, serta mengganti nasi putih dengan beras merah atau roti gandum utuh. Kacang-kacangan juga menjadi sumber serat sekaligus nutrisi penting.

Baca Juga :  Mencicipi Masakan Saat Puasa: Bolehkah atau Membatalkan?

Selain itu, cukupi asupan cairan agar serat bekerja optimal dalam proses pencernaan.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel