TIMETODAY.ID, BOGOR — Kemunculan kepulan asap di sekitar area tambang PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (14/1/2026), langsung menarik perhatian berbagai pihak.
Tidak hanya warga sekitar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor juga turun memantau perkembangan kondisi di lokasi.
Menanggapi situasi tersebut, PT Antam bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama aparat penegak hukum (APH) serta instansi terkait. Java Region CSR & ER Sub Division Head PT Antam, Agustinus Toko Susetio, mengatakan tim gabungan telah melakukan penelusuran hingga ke titik terdalam yang diduga menjadi sumber asap.
“Bersama APH, kami telah masuk sekitar 150 meter dari titik awal menuju lokasi yang diduga sebagai sumber asap,” ujar Agustinus.
Berdasarkan informasi awal, terdapat dugaan sejumlah warga terjebak di dalam lubang tambang yang bukan merupakan area tambang resmi Antam. Namun demikian, lokasi tersebut dapat diakses melalui area tambang milik perusahaan.
Proses evakuasi hingga kini masih belum dapat dilakukan karena kondisi asap yang sangat tebal dan berpotensi membahayakan keselamatan.
“Atas dasar kemanusiaan, PT Antam siap membantu proses evakuasi tanpa melihat status aktivitas PETI (Penambang Emas Tanpa Izin),” tegas Agustinus.
Ia menambahkan, sementara ini terdapat informasi enam orang warga asal Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, yang diduga berada di dalam lubang tambang tersebut. Pihak Antam juga telah berkoordinasi intensif dengan masyarakat Desa Urug untuk memastikan proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman begitu kondisi memungkinkan.
Terkait penyebab munculnya asap, Agustinus menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab pastinya. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan terbakarnya material kayu penyangga batuan di dalam lubang tambang.
“Kami belum bisa memastikan penyebab asap karena perlu dilakukan pengecekan langsung ke dalam lubang, dan itu harus menunggu kondisi benar-benar aman. Saat ini kami masih menunggu hasil penyelidikan dari APH,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menyampaikan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan bersama Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus), Puslabfor Mabes Polri, Kapolres Bogor, serta pihak PT Antam.
“Pengecekan dilakukan di level 600, dan kadar CO₂ masih berada di kisaran 200 PPM. Dengan kondisi tersebut, evakuasi belum bisa dilakukan karena belum aman,” ujar AKP Ucup saat memberikan keterangan di Kantor Antam Nanggung, Jumat (16/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi dan pendataan, Polres Bogor akan mendirikan Posko Siaga Pengaduan di Polsek Nanggung, Polsek Cigudeg, dan Polsek Leuwiliang. Posko tersebut disiapkan bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang diduga berada di area lubang tambang.
“Hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak keluarga terkait korban. Kami baru dapat masuk ke dalam lubang apabila kadar CO₂ telah turun hingga minimal 25 PPM,” pungkasnya.***
Editor : Syafira
Sumber : narasitoday.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































