Chelsea dan Enzo Maresca Resmi Pisah Jalan, Ini Alasan di Baliknya

chelsea
Chelsea dan Enzo Maresca resmi berpisah meski sempat memberi trofi. Foto: Getty Images

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Chelsea dan Enzo Maresca resmi mengakhiri kerja sama. Pada Kamis (1/1/2026), The Blues mengumumkan kepergian sang manajer, menutup kebersamaan selama 18 bulan yang sempat diwarnai raihan trofi.

Situasi Maresca memang mendadak menjadi sorotan dalam 24 jam terakhir. Semuanya bermula setelah Chelsea gagal menang saat ditahan Bournemouth 2-2 di laga penutup 2025, Rabu (31/12) lalu. Tak lama berselang, keputusan besar pun diambil.

Meski sukses mempersembahkan gelar UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025, Chelsea menilai sudah cukup alasan untuk berpisah. Sky Sports dan The Guardian merangkum sejumlah faktor yang melatarbelakangi keputusan berani tersebut.

Advertisement

Performa Tim Menurun
Alasan pertama adalah hasil buruk di lapangan. Setelah tampil impresif pada November, performa Chelsea anjlok drastis sepanjang Desember. Dari delapan pertandingan, hanya dua kemenangan yang diraih masing-masing atas Everton dan Cardiff City. Tiga laga berakhir imbang dan tiga lainnya berujung kekalahan.

Baca Juga :  Musim Hujan di Indonesia Diprediksi Datang Lebih Cepat, Puncaknya November 2024

Di Premier League, Chelsea bahkan hanya menang sekali dari enam laga. Mereka gagal meraih poin penuh saat menghadapi tim-tim seperti Leeds United dan Bournemouth, hasil yang dianggap tak sepadan dengan kualitas skuad.

Masalah Rotasi dan Cedera
Chelsea juga dikabarkan kurang puas dengan cara Maresca menangani pemain cedera dan rotasi tim. Klub sudah membenahi tim medis, namun Maresca dinilai gagal mengatur beban bermain.

Reece James, yang musim lalu akrab dengan cedera, justru dimainkan secara intens. Hal serupa dialami Pedro Neto dan Wesley Fofana. Di sisi lain, Maresca dianggap kurang percaya pada lapis kedua. Andrey Santos sempat jarang mendapat kesempatan, sementara sang manajer beberapa kali menyinggung soal minimnya pengalaman skuad.

Tekanan Eksternal dan Ketertarikan Klub Lain
Keputusan Maresca menarik Cole Palmer saat melawan Bournemouth juga menuai kritik fans. Meski rotasi merupakan kebijakan klub, Maresca dinilai tak mampu meredam tekanan publik.

Baca Juga :  Getaran Dalam Bumi, Gempa M3,2 Terjadi di PALI Sumatera Selatan

Situasi makin rumit ketika Maresca mulai dilirik klub lain. Juventus disebut memantau situasinya, sementara Manchester City dikabarkan mempertimbangkannya sebagai calon penerus Pep Guardiola. Isu ini disebut membuat hubungan Maresca dan manajemen memanas, apalagi jika digunakan sebagai alat tawar-menawar.

Sikap Membangkang
Puncaknya, Maresca tak menghadiri konferensi pers usai laga kontra Bournemouth. Aksi tersebut ditafsirkan sebagai sinyal ketidaknyamanan dan sikap membangkang terhadap klub, yang akhirnya membuat petinggi Chelsea kehilangan kesabaran.

Empat faktor itulah yang diyakini menjadi dasar keputusan Chelsea untuk berpisah dengan Maresca. Meski sang pelatih tercatat sebagai pemberi trofi sejak 2021, manajemen menilai sudah waktunya mengambil langkah tegas.

Saat ditinggal Maresca, Chelsea berada di peringkat kelima klasemen Liga Inggris. Mereka masih berjuang lolos ke fase gugur Liga Champions, serta bertahan di Piala Liga Inggris dan Piala FA.

(MG7)

 

Editor : Davin

Sumber : detiksport.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel